Writing Rocks!

Benernya ini udah lama banget siy, sejak gelombang fiksi lokal 'n fenomena blog mengaum dan menunjukkan ke-eksis-annya... Doh bahasa kayak ginian gak gue banget yah? Hehehe... Ya pokoknya intinya itulah... Sejak itu kayaknya menulis itu dianggap sesuatu yang keren banget... Bahkan sekarang banyak artis jadi berpikir untuk mulai menulis buku...

Dulu, orang yang suka nulis 'n baca, pasti dianggap cupu, ato "geek" kalo orang barat bilang... Peminat buku pun juga kayaknya belon sebanyak sekarang, penulis buku juga. Aku pribadi sih ga terlalu suka banget ama fiksi ato novel dari luar, berat soalnya hehe...

Dulu pas SMP suka banget baca "Lupus" 'n "Olga", maybe hampir semua serinya aku punya. Trus pernah juga bikin 3 serial "Jean" 'n 3 serial "Kiki", 6 serial itu asli karanganku jaman SMP sampe SMA, yah maybe ketularan juga gara-gara sering banget baca "Lupus" 'n "Olga" karangannya Hilman itu. Kalo pas SD pernah juga bikin 2 buku yang isinya lebih mirip dongeng daripada novel, soalnya dunianya masih ngayal banget hehe... Di buku tulis gitu, pake tulisan tangan... Pikir-pikir kok dulu telaten banget yah nulis tangan cerita khayalan sendiri sampe jadi 2 buku gitu... Hehehe...

Emm.. dulu juga dari SD sampe SMA aku seneng ngegambar, gambar karikatur orang model komik gitu. Paling sering gambar cewek pake gaun kerajaan gitu, soalnya bisa dimodel bajunya... Sampe sekarang koleksiku masih ada, yang de best masih tersimpan di satu folder. Tapi yang laen mah tersebar dimana-mana, ada yang dimintain ama temen-temenku, ada yang tersebar di halaman-halaman buku cetak (buku pelajaran) 'n buku tulis yang kosong (hehehe... jadi lucu kalo inget, dulu kalo aku bosen dengerin guru ngoceh, aku gambar-gambar gitu di bukunya, tapi ga pernah ketauan, maybe karna aku dulu terkenal sebagai anak alim, jadinya dikira aku nyatet kali hehe...). Pernah juga pas SMP bikin 2 jilid komik gambar karikatur... ceritanya tentang guru-guru di sekul dulu hehehe... Aku waktu itu sempet sebel ama 1 guru, gara-gara dia ngomelin aku padahal aku ga salah (maybe dia lagi emosional aja, trus tanpa sadar ngejadiin aku kambing hitam deh), ya udah dia jadi korban di komik bikinanku itu hehe... And 2 komik itu sempet dipinjem ama beberapa anak sekelasku. Agh jadi inget masa-masa SMP... Hehehe....

Ya okay, back to topic... Aku juga gatau kenapa yah sekarang orang-orang jadi menganggap menulis itu keren, nerbitin buku itu keren, 'n punya blog itu udah dianggap normal... Aku dah baca beberapa artikel yang mencatat berapa besarnya pertambahan blog baru setiap harinya all over the world, bahkan Kompas juga pernah memuat artikel tentang surat kabar online yang berbasis jurnalisme rakyat (yang posting di situ semua masyarakat biasa, bukan wartawan), yang berawal dari blog. Trus ada juga gerakan politik yang disebabkan isi dari blog beberapa orang biasa yang pendapatnya berpengaruh banget... Waw... It's really amazing rite?

Aku sendiri ga pernah ikut arus, yah karna aku emang suka nulis, jadinya naturally aja... asal ada media buat nulis aku pasti join hehe... Sampe punya 10 blog hehehe... Tapi aku dah menetapkan hati di multiply kok hehe... But I'm proud to be a blogger, and I have a hope to launch a book from my blog, or maybe an original book... Yah apapun yang berhubungan ama nulis... hehehe... or maybe be a part of a media... Hmm... makanya mulai sekarang rajin ngeblog selagi ada fasilitas free hehe... Biar ngasah tulisanku juga... ^_^

Hidup Menulis !!!!!

Berartinya Dirimu BagiKu

Kutuangkan hatiKu saat menciptamu
Kujalin nafasKu disela serat tubuhmu
Seakan dunia berhenti saat kau jejakkan kakimu
Tatapan mataKu terkunci dengan keindahanmu

Lebih bercahaya dari mentari
Lebih berwarna dari pelangi
Sungguh... kau lebih dari yang lain...

Namun saat penaKu terpatah
Aku tahu seketika itu jurang merekah
Antara kita tidak lagi seperti dahulu
Bagian diriKu yang terkoyak bersamamu

Rentang waktu...
Takkan bisa pisahkan kita selamanya

Tapi...
Itulah keputusan terberat yang harus Kupilih
Saat ragaKu tersiksa karena cinta
Dan sendiri...

Tenang saja...
Perpisahan ini hanya sementara...

Kukalungkan kembali mutiaraKu padamu
Karna hanya dirimu pengantinKu
Peganglah janjiKu
Dan berjalanlah bersamaKu

Memang semuanya telah berubah
Namun Aku telah sematkan perjanjianKu yang baru
Denganmu...

Jangan pernah ragukanKu
Dirimu tetap dan akan selalu menjadi yang terindah..

Inspirasi Steve Irwin - About Our Destiny

Inspired by Steve Irwin (RIP), coz kemaren aku baca interviewnya RDI ama dia sebelon dia meninggal, di Reader Digest Indonesia tentunya (untung kantor langganan hehe...). Here are his inspiring words for me:

Ayahku Idolaku

Ayahlah yang mengasah instingku. Ia membiarkanku berbuat kesalahan dan hanya mengawasiku. Mungkin ia tahu bahwa aku adalah satu di antara sejuta orang, atau satu di antara seratus juta orang, atau berapapun angka statistiknya, yang dapat melakukan hal-hal yang tak dapat dilakukan siapapun bersama binatang liar. Bahkan aku bisa melakukan hal-hal yang lebih gila lagi, yang menurutnya tak mungkin ia lakukan. Aku selalu menganggapnya sebagai mentor. Dan hadiah terbaik yang pernah ia berikan kepadaku adalah membiarkan naluriku terasah, dan memeliharanya dengan baik.

Menurutku itu yang seharusnya dilakukan orang tua. Jika anak anda berbeda atau berminat pada hal-hal di luar kebiasaan, jangan takut. Hargailah dan biarkan itu berkembang. Coba temukan insting anak anda. Banyak cara yang kini bisa dilakukan untuk melihat bakat seorang anak. Ada anak-anak yang memang jagoan matematika, dan otak mereka bisa mengerjakan soal-soal matematika yang tak bisa diselesaikan orang lain. Ada lagi anak-anak yang jago main piano, yang sangat berbakat di bidang musik meski belum pernah sekalipun mengikuti kursus main musik. Anak-anak itu mungkin kelihatan tak normal. Tapi, crikey, mereka sangat berbakat, dan mengenali bakat-bakat itu sangatlah penting.

Di 1970an, saat aku sedang tumbuh menjadi laki-laki muda, banyak orang yang berkomentar, "Wah dasar cowok aneh. Ia menghabiskan waktunya bersama ular dan kadal." Well, lihat saja aku sekarang! Aku makan, tidur, dan hidup untuk konservasi. Hanya itu yang aku pikirkan dan bicarakan. Itulah duniaku. Aku dibesarkan untuk memfokuskan diri pada predator-predator nomor satu - hewan-hewan liar bertubuh besar pemakan daging. Jadi akupun bekerja dengan buaya, hiu, reptil, beruang, singa, dan kucing-kucing besar. Ya, hewan-hewan seperti itulah.

Aku bukan hanya akrab dengan ular dan hewan-hewan buas lain yang bisa membunuh manusia. Karena ibuku juga seorang pelestari kehidupan liar, maka aku dibesarkan bersama selusin kangguru yang lincah dalam rumah dan possum yang berlarian di atap, juga bersama sugar glider atau possum yang bisa melayang, serta wombat dan koala. Semua terasa normal bagiku. Memang kehidupanku terdengar seperti acara TV, tapi memang begitulah situasinya. Rasanya itulah rahasia kesuksesanku. Aku tak harus berubah, tak harus berakting. Aku hanya perlu menjadi diri sendiri.

Aku adalah petarung kehidupan liar. Aku makan, tidur, dan hidup untuk melindungi alam liar. Itulah aku, dan seumur hidup aku akan berjuang untuk alam liar. Aku tak peduli kalau semua itu berbahaya, beresiko, dan mengancam nyawa. Aku bersedia diriku selalu dalam bahaya semata-mata untuk menyelamatkan binatang. Itulah alasan Tuhan menempatkanku di planet ini, dan crikey, aku sangat bangga karena itu.

Semua orang tahu bahwa aku mendedikasikan hidupku untuk kehidupan liar. Itu yang membuatku kuat. Begitu juga putriku, ia seorang pecinta binatang, mungkin saja ini akan menjadi jalan hidupnya juga. Ia telah menampakkan insting terhadap kehidupan liar, dan aku akan mengasahnya. Aku ingin ia mengejar impiannya dan berhasil mengerjakan apapun yang ia kerjakan. Menurutku, jika bergairah dan antusias degan apa yang anda lakukan, anda akan selalu merasa bahagia. Aku ingin ia mengidolakanku seperti aku mengidolakan ayahku, contoh yang sempurna.

Inilah Duniaku

Pada akhirnya, aku memutuskan untuk menjadi profesional. Aku memang dilahirkan dan dibesarkan untuk ini. Keahlian ini aku dapatkan dari belajar selama 20 tahun, dan aku mengerjakannya dengan serius. Aku mencintai alam liar, dan kamera merupakan media yang tepat untuk menyebarkan pesan-pesan konservasi. Daripada memburu binatang dengan senjata, kami memburunya dengan kamera. Tapi kami memburu hanya untuk melihat mereka. Itu yang aku lakukan, mate.

Ayahku pernah berkata, "Kamu harusnya bangga karena telah membuat konservasi menjadi sesuatu yang belum pernah terpikirkan oleh dunia." Sejak dulu, konservasi merupakan sesuatu yang aneh dan sulit diterima orang. Karena di TV, anda hanya menyaksikan pemandangan dengan narasi yang menceritakan seekor macan kumbang tengah membunuh seekor gnu. Kini kami mengubahnya. Kami membawa anda ikut terlibat. Di TV, aku berbicara kepada anda dan mengajak anda mengikutiku. Pekerjaanku adalah menampilkan keindahan dan kegairahan dalam hutan belantara. Aku tak akan duduk dan bilang kalau anda tak boleh mengenakan sepatu kulit buaya atau makan daging buaya di restoran. Tapi aku akan memperlihatkan keindahan seekor buaya hingga membuat anda tak lagi melakukan hal-hal yang mengancam kelestarian hidupnya.

Kekuatan terbesar dalam diriku adalah keinginan untuk mendidik masyarakat tentang konservasi dan tetap bersenang-senang. Konservasi tak harus membosankan, tapi sangat menyenangkan, penuh kegembiraan, kegairahan, dan antusiasme, dan penuh cinta pada dunia. Setiap hari aku terbangun pada pukul 04:00, dan merasa begitu bersemangat dan penuh antusias. Aku segera bergerak untuk menikmati hariku. Benar lho! Ini karena pekerjaanku adalah untuk mengajak anda agar bisa melihat dan mencintai keindahan dan kegembiraan dunia liar. Dan tahukah anda? Menurutku ini adalah pekerjaan terpenting di dunia.

-----------------------------------------------------------------------------------------------

Waw!!! That's really amazing! It's like so refreshing! Menurutku seperti itulah orang yang benar-benar tahu apa tujuan Tuhan menciptakan dirinya, dan dia bener-bener sukses ngejalanin blue-print-nya Tuhan in his life! Tentu aja itu juga berkat lingkungan terdekat dia yang mendukung banget, pengaruh kuat keluarganya, terutama ayahnya. Memang aku ga seberuntung dia, but hey, God will help me to fulfill His destiny upon me!

Ada foto Steve Irwin ama istrinya Terri 'n juga seekor buaya, it said, "Steve dan istrinya Terri, pada 2002. Seperti Steve, Terri juga berkomitmen untuk menyelamatkan dan merehabilitasi binatang liar sejak ia masih muda." = See... God udah nyiapin pasangan yang sepadan buat Steve, ga perlu dicocok-cocokin, they are match each other naturally... Masing-masing udah berada dalam destinynya Tuhan sejak masih muda. It's obviously... one in a million...

Ada juga foto Steve Irwin yang lagi beraksi mendekati buaya. It said, "Gayanya yang sangat antusias, aksen Australianya yang kental, dan kecintaannya yang besar pada lingkungan membuatnya menjadi bintang di seluruh dunia." = He became a star just because he simply just be himself, and be the best that he can be! He's originally the best of himself!

Foto Steve Irwin bareng istri dan anak-anaknya. It said, "Steve begitu antusias terhadap keluarganya, sama seperti pada pekerjaannya. Ia bersama Terri dan Bindi (anak pertamanya), merayakan ulang tahun Bob (anak keduanya) Desember 2005" = definitely a family-man...

It's really inspiring... Dia bener-bener sukses... Are you inspired too?

The Power of Focus

Masih inget praktek pelajaran IPA pas sekul dulu nggak? Waktu kita disuruh nyoba megang kaca pembesar di antara sinar matahari 'n kertas di bawahnya... Kalo sinar matahari cukup terik, ga butuh waktu lama buat ngebakar permukaan kertas itu. That's the power of focus... Kemaren Pastor Jeffrey Rachmat kotbah tentang ini, satu peneguhan lagi buat aku pribadi...

"The light of the body is the eye: therefore when thine eye is single, thy whole body also is full of light; but when [thine eye] is evil, thy body also [is] full of darkness." (Lukas 11:34 - KJV)

*Single di sini berarti single minded, ga bercabang, ga double minded atau mendua hati. Banyak orang yang ragu akan masa depan 'n ga jelas akan segala sesuatu karna mereka ga fokus (mendua hati atau bercabang-cabang). Yakobus 1:7-8 bilang bahwa orang yang mendua hati ga bakal dapet apapun dari Tuhan 'n juga ga tenang hidupnya.

FOKUS berarti:

1. Membantu Kita Mengatasi Gangguan

Kita jadi tahu apa yang kita mau, sehingga dengan mengetahui tujuan hidup kita, semuanya akan menjadi lebih jelas 'n pasti buat kita. Kita jadi bisa merencanakan langkah-langkah ke depan untuk mencapai fokus kita.

2. Pengorbanan

Ada hal-hal lain yang harus kita korbankan untuk berfokus supaya kita bisa mendapatkan apa yang kita mau, agar tujuan utama fokusnya terjadi. Ada hal-hal lain yang harus kita korbankan untuk sesuatu hal yang lebih besar dari mereka. Ada hal-hal baik yang harus dikorbankan untuk satu hal yang terbaik. Jangan kecewa karena di balik pengorbanan itu ada sukacita yang besar karna tercapainya fokus kita. Filipi 3:13 "... but I'm focusing all my energies on this one thing, forgetting the past and ..."

3. A Place of Agreement

"Berjalankah dua orang bersama-sama, jika mereka belum berjanji?" (Amos 3:3). Fokus berarti roh, jiwa 'n tubuh kita sepakat untuk 1 tujuan. Fokus berarti mengambil dari semua sumber, energi, informasi, ide untuk satu tujuan, yang akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Fokus bukan berarti kita ga mau tau tentang yang laen, tapi justru karna kita tahu hal-hal yang laen, maka kita memilih untuk berfokus pada satu hal tersebut.

4. Learning To Say NO

Karna bilang "No" itu ga gampang, tapi penting banget dalam menentukan keberhasilan kita untuk berfokus. Hubungannya dengan exellence, kalau kita exellence dalam melakukan segala sesuatu, orag kalau punya job pasti mencari kita karna orang exellence itu orang yang bisa diandalkan. Kalau kita ga bisa diandalka itu berarti kita gampang digantikan oleh orang lain. Tapi kalo kita ga berhati-hati 'n menjawab "ya" untuk semua tawaran-tawaran itu, kita jadi kebanyakan kerjaan yang melampaui kapasitas kita sehingga kita tidak lagi bisa exellence.

Kita perlu: memikirkan sistem untuk mempertahankan exellence di semua bidang, belajar untuk mendelegasikan, dan memperbesar kapasitas kita. Karna itu kita harus tau kapasitas kita 'n waktu serta kesempatan yang ada untuk kemungkinan memperbesar kapasitas. "Biarlah matamu memandang terus ke depan dan tatapan matamu tetap ke muka. Tempuhlah jalan yang rata dan hendaklah tetap segala jalanmu. Janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, jauhkanlah kakimu dari kejahatan." (Amsal 4:25-27).

Kita harus fokus, memandang ke depan, karena tidak semua pintu yang terbuka itu adalah jalan dari Tuhan untuk kita, semua itu tergantung tujuan kita. Sama kayak pintu gateaway airport. Banyak gate yang terbuka, tapi tidak semuanya merupakan jalan yang tepat buat kita, hanya satu pintu yang merupakan jalan untuk sampai ke tujuan kita. Tidak semua pintu yang terbuka itu perlu kita masuki. Kita perlu fokus pada hal yang Tuhan percayakan bagi kita dan say "no" buat yang lain (walaupun resikonya dipandang aneh, sombong, atau terlalu serius oleh orang-orang yang ga ngerti), yang bakal menganggu hal yang utama itu. Karna nanti yang bakal mempertanggungjawabkan di hadapan Tuhan adalah kita sendiri, bukan orang lain.

Seorang pilot pesawat harus berfokus dan ga diganggu dengan masalah-masalah yang lain yang menjadi bagian tanggung jawab pramugari atau awak pesawat yang lain. Coba bayangin gimana jadinya kalo pilot diganggu dengan omelan penumpang atau pertanyaan-pertanyaan penumpang tentang pelayanan, makanan, toilet, dll... Kalau dia tidak fokus 'n distracted, resikonya malah jauh lebih besar, dengan taruhan nyawa seluruh penumpang pesawat.

Quote-quote bijak: "The key of concentration is eliminate", "The least we do, the more we do"

Mendadak Miscall

Judul kayak ginian lagi booming niy hehehe.... Ya sutrah bikin sekalian deh hehehe...

Mulai Senen kemaren aku punya kebiasaan baru kalo lagi iseng, ato kalo lagi bengong..., miscall ama temenku. Kadang aku yang mulai duluan trus dia bales, kadang dia yang mulai duluan trus aku bales. Hehehe... seru juga... Apa yah, miscall itu artinya nyapa aja, 'n kalo dibales brarti dia bales nyapa. Unik banget hehehe... Ini juga dari kebiasaan dia ama temen-temennya. Aku pikir ni kebiasaan unik banget soalnya bisa saling menyapa tanpa keluar biaya hehehe.... dasarrr... hehehe... Trus dengan saling miscall gitu at least ada "sinyal" yang menyatakan kalo kita ga sendirian... Hmm... Kinda cool and sweet too rite? Hehehe...

Mau niru? Asik nih... hehehe...

Okay sebelon kalian berasumsi, temenku ini cewek, namanya Kezia hehehe... If you read this Kez, berbahagialah karna namamu tertulis dalam kitab onlineku huahahaha.... hush... hehehe... lagi kumat niy hehehe....

Senengnya...

Hehehehe... asli seneng banget.. Kemaren lancar 'n sukses hehehe... enak lagi buat sharing... Walo kenyataannya beda banget ama rencana or apa yang aku bayangin sebelonnya, tapi jadinya malah jauuuhhh lebih baek hehehe...

Pertama kan aku minta tolong temen kantor buat jadi WL, tapi ternyata dia ga bisa, harus lembur coz dia orang finance, harus tutup buku akhir bulan. But penggantinya kak Nindy Ellyse yang aku minta tolong jadi WL hehehe... Trus bahan yang udah aku siapin, awalnya kan aku mo sharing aja tentang dapet apa aja seminggu liburan, tapi pas kemaren malem baca ulang blog, aku tertarik juga ama tulisanku tentang "Jauh di Depan Masih Gelap" so aku print aja, jadi ntar aku suruh mereka milih mau sharing yang mana. Tapi akhirnya malah sharing yang terakhir hehehe... And tau ga, sharingnya enak banget, bisa saling nyambung gitu... Waw... It's really awesome hehehe... Thanx God.... Sampe kak Nindy minta ijin mo pake ilustrasi itu buat dimasukin di bukunya (dia mo bikin buku ceritanya).

Trus tau ga, Dia bahkan ga ngelupain permintaan kecilku... cowok di komsel yang rada "sakit" itu beneran ga dateng... hehehe... Thanx God... hehehe... kemaren yang dateng cuman dikit, tapi justru jujur aku ngerasa kemaren itu komsel yang paling enak daripada komsel-komsel sebelonnya loh... hehehe.... Thank Youwwww God... ^_^

Sebenernya Males Siy...

Hari ini ada komsel, ntar jam 7 di gedung sebelah. Aslinya siy aku rada males, soalnya giliranku yang pimpin hehehe... Kenapa males? Soalnya aku bukan orang yang terbiasa cuap-cuap di depan orang yang di tengah-tengah mereka aku belon ngerasa comfort, bukan tipe ceriwis atau yang suka banyak omong, kadang belepotan kalo ngomong langsung, 'n definitely lebih cerewet di tulisan hehehe... Yah namanya juga penulis hehehe...

Komselku yang sekarang beda banget ama komselku waktu di Surabaya. Kalo ama anak-anak yang di Surabaya aku mah hayu aja, dah bukan orang asing semua... dah comfort, apalagi seumuran, it's easier to do that. Tapi komsel yang sekarang, masih asing aja... So jujur aku rada males kalo sharing-sharing yang terlalu private... sebenernya aku paling suka sharing, ntar pun kayaknya mo aku bikin sharing aja, masing-masing cerita dapet apa seminggu liburan ini hehehe... Tapi liat-liat orangnya dulu ah, aku siy berharap ada 1 orang yang ga dateng... bukannya milih-milih, tapi kali ini kasus khusus, orang yang aku hindari ini rada "sakit" ("sakit"nya itu, dia terobsesi banget pengen punya pacar 'n semua cewek di komselku pernah dideketin ga pandang umur, bahkan yang udah punya pacar pun tetep dideketin, yang terakhir aku...). Pas terakhir komsel minggu lalu aku masih ngerasa dia masih kadang ngeliatin aku gitu. Lah gimana ga serem... Makanya aku pengen banget dia ga dateng kali ini... Males aja sharing or terbuka ama orang yang nyeremin gitu...

Kondisinya emang ga enak banget siy... But aku tetep bakal jalanin malem ini... cuman berharap dia ga dateng aja... Kalo misalnya dia dateng ya udah the show must go on siy... Toh God pasti tetep ngejagain aku ini... Ada beberapa orang kantor yang ga bisa ikut komsel coz malem ini tutup buku, orang finance di CBN siy... Ya sutrah hehe... makin sedikit makin comfort hehehe... yang jelas kan ada pak Willem 'n kak Nindy, trus ada kak Febri juga, yang laen gatau deh dateng apa ga... Semoga sharingnya bisa enak 'n saling membangun... I surrender this nite to You God.. and I trust You...

What He Taught Me This Holiday

Semingguan lalu ini seru banget... aku bahkan ga ngerasa kesepian sama sekali, abis gimana mo ngerasa kesepian kalo banyak acara walo ga bisa pulang hehe... Mulai dari nginep di temen, ikut acara komselnya, ngobrol-ngobrol, sempet juga BBQ-an ama few jdc-ers, jalan-jalan bareng ama temenku, sempet nyelundup juga trus pulangnya makan nasgor bertiga 'n beli martabak manis coklat kacang berdua ama temenku tapi dia yang keju abiez... Duh tambah ndut ga yah? Hehehe... abis liburan makan karbohidrat mulu, yang paling sering tuh makan bakmi... gubrakz hehe... masuk kerja langsung balik ke pola makan yang sehat 'n bener ah.. more vegetables getu hehe...

Trus Sabtu kemaren Dia ingetin beberapa hal ini ke aku:

Tentang damai sejahteraNya: "Aku sudah memberikan damai sejahteraKu kepadamu, tapi kamu harus memilih dan memutuskan setiap saat, apakah kamu akan tetap tinggal dalam damai sejahteraku atau melangkah keluar darinya." Ada banyak hal yang seringkali tanpa sadar "menggiring" kita keluar dari damai sejahteraNya, pikiran negatif, asumsi-asumsi, kekuatiran, dll... Even the most simple matter bisa bikin kita keluar dari damai sejahteraNya kalo kita ga aware 'n stay connected ama Roh Kudus...

Tentang berserah: Kalau kita sudah menyerahkan sesuatu ke Dia, it means kita sepenuhnya trust Him apapun yang terjadi 'n sekaligus kita udah melepaskan beban yang selama ini menghalangi kita untuk bisa bergerak maju dengan lebih cepat. Tapi kalau kita mulai mengkuatirkan hal itu lagi, it means kita mengambil kembali beban itu dariNya, ya, beban yang ga seharusnya menjadi bagian kita lagi, 'n membawanya kembali dengan kekuatan kita sendiri, yang jelas aja bakal memperlambat (lagi) langkah-langkah kita, atau behkan lebih parah...

Tentang sukses: Kesuksesan kita ditentukan dari seberapa baik 'n seberapa tepat kita bekerja sama dengan Dia. Ada bagian kita 'n ada bagian Dia. Yang namanya kerjasama itu pasti butuh komunikasi yang nyambung biar ga terjadi salah paham 'n biar kita bisa mengerti mana yang bagian Dia 'n mana yang bagian kita, then melakukannya dengan hikmat 'n kemampuan yang terbaik.

Tentang saling support: Gatau juga dapet feeling darimana, but aku kedorong buat bikin surat reminder buat sahabatku. So I write it, 'n it's just flowing in a great way while I'm writing it, even aku juga dapet hal-hal yang baru. And kemaren abis dia baca, dia sms 'n told that it was a great reminder, ngena banget ke dia. Like that's not enough, abis baca smsnya aku dapet something lagi... yang expand apa yang aku dapet sesaat sebelon aku baca smsnya. Kita emang perlu saling menguatkan 'n saling mengingatkan satu sama laen, coz itulah hubungan yang Dia inginkan, hubungan yang like a cross, it has a vertical line 'n horisontal line, both of them are important 'n berjalan beriringan. Yang satu ga bisa menggantikan yang laen, kalo yang satu hilang, yang laen juga ga cukup menopang untuk hidup yang maksimal.

Tentang Dia as The Center: Dunia kita berputar dengan Dia sebagai porosnya. Kalau kita menempatkan sesuatu, seseorang, orang-orang, atau diri kita sendiri sebagai poros menggantikan posisi yang seharusnya hanya bisa disi oleh Pribadi dengan kapasitas seperti Dia, maka semuanya bakal kacau... Siang jadi malam 'n malam jadi siang... Siang itu bicara tentang masa or waktu dimana orang beraktivitas atau bekerja, masa or waktu dimana semuanya jelas 'n gampang dilihat, masa terang yang bisa kita nikmati. sementara malam bicara tentang masa or waktu dimana orang beristirahat atau tidur, masa or waktu dimana semuanya buram, rentan banget untuk munculnya keraguan atau keinginan buat give up, masa kegelapan yang kadang rentan untuk bikin kita membuat keputusan yang salah. Semua berjalan dengan tidak semestinya. Siang atau malam bisa juga berlangsung lebih singkat atau lebih lama dari yang seharusnya...

Thanx God for Your wisdom... for new friends... ^_^ selaen liburan yang menyenangkan ^_^ So kita mulai sibuk lagi setelah libur.... Let's light up the spirit!!! Ciayoooooo...!!!

Letting Go

Jenny was a bright-eyed, pretty five-year-old girl.

One day when she and her mother were checking out at the grocery store, Jenny saw a plastic pearl necklace priced at $2.50. How she wanted that necklace and when she asked her mother if she would buy it for her, her mother said, "Well, it is a pretty necklace, but it costs an awful lot of money. I'll tell you what. I'll buy you the necklace, and when we get home we can make up a list of chores that you can do to pay for the necklace. And don't forget that for your birthday Grandma just might give you a whole dollar bill, too. Okay?"

Jenny agreed, and her mother bought the pearl necklace for her. Jenny worked on her chores very hard every day, and sure enough, her Grandma gave her a brand new dollar bill for her birthday. Soon Jenny had paid off the pearls.

How Jenny loved those pearls. She wore them everywhere - to kindergarten, bed, and when she went out with her mother to run errands. The only time she didn't wear them was in the shower - her mother had told her that they would turn her neck green.

Now Jenny had a very loving daddy. When Jenny went to bed, he would get up from his favorite chair every night and read Jenny her favorite story.

One night when he finished the story, he said, "Jenny, do you love me?" "Oh yes, Daddy, you know I love you," the little girl said. "Well, then, give me your pearls." "Oh! Daddy, not my pearls!" Jenny said. "But you can have Rosie, my favorite doll. Remember her? You gave her to me last year for my birthday. And you can have her tea party outfit, too. Okay?" "Oh no, darling, that's okay." Her father brushed her cheek with a kiss. "Good night, little one."

A week later, her father once again asked Jenny after her story, "Do you love me?" "Oh yes, Daddy, you know I love you." "Well, then, give me your pearls." "Oh, Daddy, not my pearls! But you can have Ribbons, my toy horse. Do you remember her? She's my favorite. Her hair is so soft, and you can play with it and braid it and everything. You can have Ribbons if you want her, Daddy," the little girl said to her father. "No, that's okay," her father said and brushed her cheek again with a kiss. "God bless you, little one. Sweet dreams."

Several days later, when Jenny's father came in to read her a story, Jenny was sitting on her bed and her lip was trembling. "Here, Daddy," she said, and held out her hand. She opened it and her beloved pearl necklace was inside. She let it slip into her father's hand. With one hand her father held the plastic pearls and with the other he pulled out of his pocket a blue velvet box. Inside of the box were real, genuine, beautiful pearls. He had them all along. He was waiting for Jenny to give up the cheap stuff so he could give her the real thing.

So it is with our Heavenly Father. He is waiting for us to give up the cheap things in our lives so that he can give us beautiful treasure. Isn't God good?

Are you holding onto things which God wants you to let go of?

Are you holding onto harmful or unnecessary partners, relationships, habits and activities which you have become so attached to that it seems impossible to let go?

Sometimes it is so hard to see what is in the other hand but do believe this one thing... God will never take away something without giving you something better in its place.

Remember that the greatest gifts happen when you share love and touch other's hearts. God bless you.

Sumber: Briomag

Words - Bring Life or Death

Hati-hati ama perkataan kita, coz kata-kata kita itu berkuasa menanamkan hidup atau mati ke jiwa 'n roh orang yang mendengarnya. Kita juga harus hati-hati 'n screening kata-kata orang lain yang ditujukan ke kita, coz kalo perkataan itu negatif, itu bisa menjadi pisau yang "membunuh" jiwa 'n roh kita.

Tadi chappel yang kotbah pak Bernard 'n istrinya... Mmm.. a lovely couple hehe... Kalo ngeliat pasangan yang klik 'n klop gitu seneng deh hehe... like a living Word about a marriage... Ok back to topic hehe... Mereka bawain tentang perkataan...

Perkataan negatif yang pernah diucapin orang lain ke kita itu bisa "memenjarakan" kita karena kita dapat menjadikan kebohongan itu suatu kebenaran bagi kita sekali kebohongan itu tertanam, menghambat kita untuk hidup secara penuh dalam destiny 'n rencanaNya buat kita, menghalangi kita untuk hidup dalam pemenuhan janji-janjiNya 'n berkat-berkatNya. Kalo kita ngerasa ada sesuatu yang terjadi pada diri kita, hal yang harus kita lakuin:

1. Revelation = Kita doa, ask God apa penyebabnya, kapan, dimana 'n dari siapa perkataan negatif yang "menusuk" jiwa 'n roh kita

2. Repent = Kita bertobat karena memilih untuk mempercayai kebohongan dibanding kata-kataNya yang adalah kebenaran, roh, 'n hidup. Kita harus berbalik dari 'n mencabut kebohongan itu 'n menanamkan kebenaranNya

3. Restoration = Pemulihan, dengan Tuhan, diri kita sendiri, 'n juga forgive orang yang telah mengatakan perkataan negatif itu

Aku sendiri pernah nerima perkataan negatif yang "memenjarakan" tapi ga sadar... Baru aja tadi pagi juga temen kantorku said something yang bikin aku nyaris nangis... ya sedih, marah, dll campur aduk... But I choose to forgive her 'n make my own plan... Tiap orang kan punya free will, ya udah... I believe God has a better plan for me... and He is the One who will always be with me 'n never leave me behind...