Bermula dari satu hal yang mungkin sepele, yep, monitor kompie-ku rusak, masih gatau kenapa, maybe the cable connection, or maybe VGA card, or maybe monitornya rusak... Hopefully not hehehe... Moga cuman sambungan kabelnya aja... Aku belon cek siy soalnya kemaren pulang kantor capek 'n langsung tidur hehe...
Rusaknya Selasa pagi, waktu sebelom ke kantor. Aku kan nyalain kompie mo setel musik bentar. Trus tiba-tiba lampu monitornya nyala mati nyala mati 'n layar monitor tetep gelap. Aku dah coba-coba benerin sambungan kabel tapi masih ga sukses... So aku brangkat kantor dengan perasaan ga enak banget, lebih baek aku nemuin kerusakan itu pas pulang kantor daripada sebelon berangkat kantor, soalnya ga tenang hehe... Kalo pulang kantor kan bisa langsung lama diutak-atik. Gara-gara itu, sempet jadi mikir duh masa beli monitor, harganya brapa, beli dimana, gimana ngangkutnya, apa kalo emang beneran rusak aku pending dulu aja, sekalian ga usah bayar uang kompie ke ibu kos, tapi aku mo ngapain kalo kompie ga nyala, cengok banget di kos, de el el... semua langsung nyabang-nyabang deh hehe... Jadi pujenk...
Tapi waktu aku berenti mikir bentar, Dia nyadarin aku tiba-tiba... Apa masalah ini ngeganggu aku banget sampe aku ga ngerasa damai sejahtera lagi? Err... hehehe... jadi abis itu aku rada tenang, ya udah aku mo cek dulu, kalo ga bisa juga baru aku cari reparasi, kalo beneran sampe monitor rusak (the worst scenario) maybe aku bakal pending dulu... monitor getu loh.. mahal bow... Yah maybe puasa denger MP3 'n nonton DVD dulu deh... Toh Roma 8:28 hehe... bukannya ngeles tapi kan emang rusaknya di luar kuasaku... So aku bakal jaga damai sejahteraNya hehe...
Btw... ada yang bisa bantu ga? hehehe...
What make me amaze about people is... we do have our own thoughts, our own point of views, our own preferences... But if we respest each other and understand each other, all those differencess will be a great beautiful art... and He's The One who made it happens...
Belakangan ini aku lebih mengenal beberapa orang 'n jadi kenal beberapa sudut pandang yang berbeda juga... But I found that their opinions completes mine... Kadang juga jadi bikin aku mikir 'n akhirnya merubah sudut pandangku coz sudut pandang mereka bener atau lebih baek. It's really cool 'n amazing... Mulai dari kedekatan 'n persahabatan, dari obrolan yang simple banget sampe yang serius, diskusi,... Semuanya jadi tambah neguhin aku, bahwa perbedaan juga punya 2 sisi.
Kalau perbedaan itu dipermasalahkan dan ditolak, dicampur dengan usaha untuk mengubah atau menyamakan, ditambah pemisahan dan pandangan yang meremehkan... maka bagi orang itu, perbedaan menjadi batu sandungan. Bahkan mungkin menjadi pemicu perpisahan dan retaknya suatu hubungan yang tidak seharusnya terjadi.
Kalau perbedaan itu diterima dan dipahami, dihias dengan pengertian bahwa ada tujuan untuk saling melengkapi di dalamnya, dipandang sebagai semarak warna-warni yang menyempurnakan hidup kita (yang suka atau enggak, kadang terasa monoton hehehe...), dan dirayakan sebagai penghargaan yang melekat sebagai label keunikan dari masing-masing orang... maka perbedaan itu indah... Perbedaan itu menjadi salah satu hal yang kita syukuri...
Perbedaan memang punya definisi yang berbeda bagi setiap orang, perbedaan yang aku tulis ini hanya sebagian dari pemahamanku, masih nyambung ama beberapa hal yang aku alamin belakangan ini hehe... Tapi memang dibutuhkan kedewasaan dan kebijaksanaan untuk mengartikan dan menyikapi berbagai makna perbedaan itu sendiri...
Kadang satu hal yang kita butuhkan bisa juga menjadi satu hal yang mengecewakan dan menyakiti kita... Kadang sesuatu yang kita inginkan bisa menjadi sesuatu yang kita takuti... Saat kita membuka hati dan keluar dari tempurung kokoh yang melindungi kita, ada 2 kemungkinan yang bakal kita hadapi...
Kita bisa membuka kesempatan untuk persahabatan dan cinta, untuk mengenal dan dikenal, untuk merasakan hangatnya kebersamaan dan nikmatnya saling berbagi... Tapi di lain sisi, kita menjadi terbuka terhadap adanya kemungkinan terjadinya gesekan dengan dunia luar, terhadap adanya rasa kecewa, takut, trauma, sakit hati, curiga, dan kesedihan... Sesuatu itu selalu mempunyai 2 sisi yang berbeda...
Namun kembali lagi, kitalah yang memegang kendali untuk mengijinkan atau tidak mengijinkan sesuatu itu mempengaruhi kita, baik pengaruh positif maupun pengaruh negatif. Kitalah yang memegang kunci pintu hati kita, untuk memutuskan apakah sesuatu itu boleh masuk dan menetap di hati kita ataukah hanya berdiri di depan pintu beberapa saat sebelum kita minta untuk angkat kaki... Kitalah yang mempunyai hak untuk memilih apakah kita akan hanyut dan tenggelam ataukah tetap bertahan dan terus berdiri... Dan di atas semuanya itu... Dia-lah pemegang kendali tertinggi atas segalanya, and the great news is... Dia ada di pihak kita... Dia-lah yang menginginkan segala yang terbaik untuk kita...
Seringkali aku salah membuat pilihan, kadang aku membuka pintu untuk tamu yang seharusnya angkat kaki dan mengijinkannya mengotori lantai hatiku, atau bahkan sampai meninggalkan bekas luka di permukaan dindingnya yang rapuh... kadang aku menutup pintu untuk tamu yang seharusnya aku undang ke dalam tempat tinggal jiwaku untuk saling berbagi kehangatan cintaNya, hanya karena aku takut terluka lagi... Dan karena kesalahan itulah, kesepian sering mengetuk-ngetuk pintuku dan membisikkan kebohongannya lewat lubang angin yang terbuka...
Aku menginginkan teman-teman... Aku menginginkan ketulusan persahabatan... Namun mungkin tanpa ku tahu... aku membiarkan mereka berdiri kedinginan di halaman perteduhanku...
So God... I need Your wisdom even more... To see and decide... siapa dan apa yang akan aku ijinkan masuk 'n siapa dan apa yang harus aku usir keluar untuk meninggalkan hatiku... And I need Your love, to wash 'n purify my heart... and be part of me... Coz now my key is in Your hands...
Your children are not your children.
They are the sons and daughters of Life’s longing for itself.
They come through you but not from you,
And though they are with you yet they belong not to you.
You may give them your love but not your thoughts,
For they have their own thoughts.
You may house their bodies but not their souls,
For their souls dwell in the house of tomorrow,
Which you cannot visit, not even in your dreams.
You may strive to be like them, but seek not to make them like you.
For life goes not backward nor tarries with yesterday.
You are the bows from which your children as living arrows are sent forth.
The archer sees the mark upon the path of the infinite,
And He bends you with His might that His arrows may go swift and far.
Let your bending in the archer’s hand be for gladness;
For even as He loves the arrow that flies, so He loves also
The bow that is stable.
Baru semalam tadi kulihat gadis itu
Duduk menunggu di mejanya
Memainkan sendok dan garpunya di sisi piring
Tanpa menyentuh hidangan di hadapannya
Sejenak terpaku melihat jam tangannya
Sebelum dia mengulurkan tangannya
Menghantar sesendok mentimun keraguan
Berbaur dalam rasa hambar di lidahnya
Tangannya terulur menggenggam leher gelas
Seteguk cairan manis dengan serat harapan mengaliri dahaganya
Namun sedetik kemudian dia kembali terdiam
Memandangi pantulan wajahnya sendiri di gelas kaca
Hela nafasnya seakan menghentikan waktu
Sebelum akhirnya dia memutuskan untuk menikmati makanannya
Suapan pertama… masih terasa hambar
Garam pun berkejaran diaduk di dalamnya
Suapan kedua… masih ada yang kurang
Gelapnya rasa manis bergabung dalam untaiannya
Sesaat saja sebelum gigitan terakhir…
Kembali dia menelan setengah gelas minumannya
Membasuh bibirnya yang sedikit berantakan
Sampai tak kusangka dia sedang menoleh ke arahku
Perlahan senyumnya mengembang
Walau matanya masih membiaskan tanya
Aku melangkah maju dan bersandar di mejanya
Memperlihatkan hadiah sederhana yang membuatnya berbinar
Apa yang kubawa untuknya?
Semangkuk ice cream coklat kesukaannya yang aku tahu akan menenangkannya
Dan siapa aku?
Aku hanya kurir dari tuanku yang bernama Pengharapan…
Sebenernya bukan pertama kalinya ada kejadian kayak gini ama satu temenku... Kejadian dimana aku ngerasa disebabkan (mungkin, salah satunya) karna perbedaan usia yang jauh... Plus latar belakang yang memang membuat dia jadi wanita yang tangguh, serius 'n strong banget, yang mungkin bikin dia jadi sering gemes ama aku, plus perbedaan karakter juga, dia koleris melankolis sementara aku melankolis phlegmatis...
Sebenernya perbedaan pertimbangan yang terjadi bukan masalah yang gede banget, tapi gatau kenapa aku rasa dia mengangap ini terlalu serius. Dari kejadian-kejadian sebelumnya, intinya siy sama, sudut pandang kita emang beda, but sometimes aku ngerasa aku dijudge ga baek 'n kurang kalo standarku ga sama kayak dia... What makes me sad is... kalo mo terang-terangan aku juga bisa kritik dia coz ada beberapa sikap 'n kecenderungannya yang aku ga setuju, but aku berusaha ngertiin, walo sikapnya itu ngefek ke banyak orang. But aku ngerasa kenapa dia strict banget kalo ke aku... padahal sikapku itu ga ngefek ke orang banyak... it's just me...
Sekilas aku sempet mikir, bertemen ama orang yang beda usianya jauh banget kadang positifnya aku bisa banyak belajar dari dia, secara jam terbangnya juga lebih tinggi ' lebih banyak pengalaman... But negatifnya (selama ini aku cuman ngakalin aja) aku emang jadi ga bebas cerita semua ke dia, terutama kalo aku lagi butuh didengerin bukannya dikomentarin 'n kalo aku lagi sensi... soalnya rada pedes hehe... ntar tambah kusut benang dikepalaku hehe...
But aku tetep thankful for a friend like her... Aku juga jadi belajar adaptasi coz emang kan kita ga bisa menghindari perbedaan-perbedaan yang ada, tinggal gimana cara menyiasatinya ajah biar tetep akur 'n get along...
Pernah ga saking takutnya kehilangan seseorang, kamu malah memilih buat mengabaikan orang itu sepenuhnya atau malah kamu yang ninggalin dia duluan?
Ato pernah ga terlintas di pikiranmu karena ketakutan yang hampir sama, daripada nanti akhirnya kamu kecewa (takut kecewa), kamu memilih untuk menutup hati dan mengabaikan 'n menyangkal perasaanmu sendiri kepada seseorang?
Pernah ga pilihan untuk menuliskan "The End" sebelum hubungan yang sesungguhnya sempat dimulai, menjadi keputusanmu karena takut gagal lagi?
Pernah ga kamu memutuskan untuk berhenti dan berbelok arah bahkan saat perjalanan yang sesungguhnya belum dimulai, karena kamu tidak mau mengakui bahwa perasaanmu mulai tumbuh kepada seseorang dan kamu takut dia tidak mempunyai perasaan yang sama terhadapmu?
I did, 'n I found it happened too with most of everyone else that I know... Saat ini salah satu temenku lagi ngalamin ini, 'n di forum jawaban.com juga ternyata ada yang buat tentang topik ini. Trauma 'n ketakutan emang sering bikin kita stuck, menghambat kita buat mencoba untuk bangkit lagi dan membuat pengalaman yang baru. Apalagi kalo berhubungan ama hati 'n perasaan... Weizz... berat bow... Coz emang urusan jadi complicated 'n ga gampang kalo udah sambung menyambung ama urusan hati... hehehe... been there... Rasanya seneng yah nemuin kalo ternyata ga cuman kita seorang yang ngalamin hal kayak gini hehehe... Saling share 'n nguatin ama temen-temen juga jadi bikin lebih plong, ya ga? (Ujung-ujungnya mo promo join forum jawaban.com niy hehehe...)
Karna ada ketakutan itu, waktu ada seseorang yang baru, kadang kita jadi bingung ama perasaan kita sendiri. Jadi bertanya-tanya apa kita memang suka 'n care ama orang ini, apa kita udah siap kalo seandainya ntar kita cuman bertepuk sebelah tangan, apa kita udah siap kalo ntar setelah deket beberapa lama 'n kita jadi tambah suka tapi akhirnya ga jadi, apa kita udah siap buat hubungan yang baru, apa hati kita udah pulih dari hubungan lama yang ga berhasil... There are many questions spinning around in our mind.
Ngatasin trauma 'n ketakutan ini emang ga segampang 'n secepat membalikkan telapak tangan, it is a process 'n it takes time indeed... And last but not least, we do need His strength 'n His guide...
Buat yang sekarang lagi ngalamin ini... selama kita tetep ada di trackNya (sesuai batasan-batasan sehat yang Dia buat 'n juga sejalan dengan kebenaran FirmanNya), dan selama hati kita siap (kita dah cross check bahwa hati kita bener-bener udah pulih dari luka masa lalu 'n bener-bener udah move on dari hubungan yang lama), kita tinggal minta pimpinanNya, dan memintaNya untuk menjagai hati kita... dan minta hikmat untuk bisa bener-bener obyektif dalam saling mengenal dengan someone new ini. Jalani semuanya dengan natural... coz God pasti bakal kasih peneguhan-peneguhan lewat berbagai cara, entah langsung, lewat teman-teman seiman, kakak rohani, lewat pengenalan pribadi, keluarga, dll... God pasti memimpin langkah-langkah orang yang percaya 'n berharap ama Dia, yang ngandelin Dia. He will show you the way...
Amsal 4:18 = "Tetapi jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari."
Jangan biarkan kesalahan-kesalahan di masa lalu mencegahmu untuk melakukan hal yang benar dengan orang yang tepat di masa depan...
Sabtu-sabtu nge-net gratis di kantor hehehe... Gara-gara tadi nemenin temen kantor (Rianty) yang mo ngedit, eh malah diajak ama Rianty 'n Torri nengokin orang kantor juga di RS yang baru aja ngelahirin anak pertama, abis itu lunch bareng di mall. Rencana awal siy kita mo balik lagi ke kantor, soalnya Rianty ama Torri masih mo ngedit, aku juga daripada cengok di kos mo ngenet aja di kantor ama baca-baca majalah getu (Soalnya Dept. Produksi kan langganan majalah buat bahan program getu hehe... wah surganya, udah aku suka baca majalah 'n ngenet, ini dapet semuanya free hehehe...) Eh ternyata tiba-tiba mereka mo langsung aja dari mall ke terminal shuttle mo pulang ke Jakarta. Ya udah aku sendirian balik kantor deh... ini dari tadi jam 1 ngenet ampe skarang hehe...
Tadi pas brangkat kantor kan jalan kaki, aku liat ada anjing liar jalan, kaki depannya satu patah... jadi dia jalan cuman pake 3 kaki... Kayaknya kaki depan yang patah itu tulangnya kegeser, soalnya jadi nekuk gitu... Ga tega banget ngeliatnya... Tapi kayaknya dia ga terlalu mempermasalahkan itu, tetep aja jalan kesana kemari pake 3 kaki... I just wondered... Seandainya manusia sama sekali ngga berfokus berlebihan ama kekurangannya, pasti ga ada yang namanya rasa putus asa, 'n pasti juga manusia jadi tetep enjoy 'n ngelakuin apa yang dia mau... Ngga tau deh apa anjing tadi pernah putus asa or ngebandingin dirinya ama anjing laen yang "normal"... But selaen ga tega (coz dia juga keliatan dekil), aku juga kagum ama anjing itu... Dia kayak enjoy aja, maybe kalo dia bisa ngomong, dia bakal nanggepin pandangan ga tegaku ke dia dengan "So what getu loh?" Hehehe... gatau juga soalnya ga pernah ngerasain jadi anjing hehe...
Trus, tadi pas nengokin orang kantor yang barusan ngelahirin anak pertama di RS, dengerin proses kelahiran 'n ceritanya juga... eegh... jadi gimanaaa getu... soalnya sambil denger cerita sambil ngebayangin... jadi serem sendiri ceritanya hehe... Ngebayangin duh gimana ntar kalo aku yah.. Deuh mending jangan dibahas dulu degh hehe... Emang amazing banget 'n kayaknya misteri yang gemanaaa getu kalo menyangkut kehamilan 'n kelahiran... Jadi mikir yang nyabang-nyabang kemana-mana getu deh hehe... Tadi juga ngeliatin orang di sebelah ruangan itu yang juga abis ngelahirin, trus ngeliat bayi-bayi dari luar lewat kaca...
Yepp.. ini masa awal mereka di dunia ini, jalan mereka masih panjaaaaang banget... cuman kalo ngerenungin diri sendiri kok kayaknya kita cepet banget yah hehe.. Ngerasa getu ga? Kayaknya belon lama lulus sekolah, eh udah kerja.. and so on and so on... Hmm... ampe ga bisa berkata-kata ini hehehe... Maybe ada yang mo nambahin? hehe...
Gara-gara abis blogwalking niy hehe...
Kebiasaan unik seputar makan?
- Suka dipilah-pilah dulu, trus dipilih dulu (save the best for last getu deh hehe...) biar yang paling aku suka itu dimakan paling akhir, jadi makannya lama hehehe..
- Lebih milih sayur ketimbang daging, yah kebiasaan aja, emang jadinya ga terlalu suka daging getu
- Sering say "no" kalo makan daging tapi dagingnya masih berbentuk aslinya (kayak ikan gurame - kan masih berbentuk tuh, keliatan matanya pulak heizzz... jadi ga bisa makan degh), tapi kalo dah dipotong-potong pokoknya asal ga berbentuk aslinya aja, masih mau hehe..
Kebiasaan unik pas ngelakuin hobi?
Pas nulis yah... hehe... Kalo lagi pengen bener-bener konsen nulis (yang bener-bener butuh high concentration niy) sambil denger musik yang pas dulu (kebanyakan siy pop, cuman masih bisa yang laenlah...) pokoknya kalo dah "tenggelam" tuh dah kayak berada di dalem gelembung udara getu, only me 'n what I'm writing about. Kalo ada suara-suara laen denger siy, cuman ga seberapa nangkep getu hehe...
Kalo nulis yang biasa aja, yang ga butuh konsentrasi tinggi ya bisa sambil dengerin yang laen, pokoknya masih bisa disambi-sambi degh.
Kebiasaan pas jawab telpon?
Nothing special siy, nanya "Hallo?" getu aja.
Eh tapi kalo di kantor, karna aku males banget ngangkat telpon kalo lagi konsen nulis, secara aku rasa itu ngeganggu banget coz most of the phone wasn't for me, tapi nyari orang seruangan yang kerjaannya beredar mulu... biasanya aku angkat aku nanya "Lo?" hehehe... ga "halo" lagi tapi dah diminimalis jadi 2 hurup terakhir ajah hehehe... and kalo telpon itu nyariin ntu orang yang nomaden, kalo aku liat ga ada kepalanya nongol di mejanya, my default answer is "Lagi keluar ruangan..". Ya kecuali kalo aku tau dia lagi ga masuk kerja ya baru jawabnya beda hehe... Sempet ada orang yang geregetan gara-gara nyari ntu orang tapi keluar ruangan mulu, aku bilang ke dia, "Kasih usul protes aja di intranet kantor, ntu orang dipasangin something yang bisa ngelacak keberadaannya getu, apa kek, biar sama-sama enak.." wkwkwkwk... kita jadi ngakak bareng akhirnya coz yang kebayang itu benda kayak kalung anjing yang kalo mo dilacak ama pemiliknya kalungnya bunyi "tiiiiitt tiiittt..." hahaha...
Kebiasaan pengantar tidur?
Emm... seringnya siy sambil denger musik slow romantic dari radio getu hehe.. ya volumenya juga rada sayup-sayup getu... secara radionya di sebelah bantal persis hehe..
Trus kalo misalnya lagi mellow dikit ya peluk bentar 'n kiss boneka teddy bear kecil sebelon ditaroh kembali ke tempat asalnya, di atas radio hehehe...
Tapi kalo dah cape banget langsung tidur aja, cuman ini jaraaaang banget, apa yah.. kayak kerasa ada yang kurang getu hehe...
Segini dulu aja degh, yang laen blon kepikir hehe...
Tadi Pak Pati Ginting kotbah di all staff chappel... Dia ngebahas tentang semua krisis yang terjadi di Indonesia belakangan ini termasuk juga kondisi Indonesia yang tetep aja terpuruk. Fyi, Pak Pati Ginting ini dulu pernah kerja di DepKeu Indonesia 'n punya latar belakang punya interest ama hal-hal politik sebelum dia jadi pendeta, dia ngebahasnya konkrit, kritis, real, dengan dasar Firman, pokoknya mantep banget deh... (in my point of view, dia itu salah satu orang yang dipake Tuhan sesuai destiny-nya 'n interest-nya) Not as usual, biasanya aku ga terlalu tertarik ama topik-topik politik or nasionalisme, yah biasa aja getu... aku lebih tertarik ama isu-isu sosial budaya yang lagi hangat. Tapi tadi, omongan dia tu klik aja.. So I wanna share it with you...
Banyak orang, khususnya kalangan pendeta 'n orang-orang Kristen, yang ngebahas alasan di balik bencana dan musibah yang terjadi di Indonesia belakangan ini (mulai dari tsunami, gempa, dll...) dari sisi yang umum, seperti misalnya karna merajalelanya KKN, kenajisan, perjudian, dll. Tapi Pak Pati Ginting menggali lebih dalem lagi coz dia masih ngerasa ga puas dengan semua sudut pandang itu, and he founds that:
Ø Kurang tepat kalo penyebabnya KKN, karna dulu waktu jaman OrBa, KKN malah jauh lebih parah, tapi pertumbuhan ekonomi Indonesia masih bisa mencapai 12%
Ø Kalo tentang kenajisan, Thailand masih lebih parah ketimbang Indonesia, tapi Thailand bisa bangkit dari keterpurukannya.
Ø Perjudian? Malaysia lebih lagi daripada Indonesia, tapi mereka bisa bangkit dari keterpurukannya dan sudah bergerak menjadi salah satu negara maju.
Lalu kenapa Indonesia terus dilanda krisis berkepanjangan 'n tetap terpuruk?
Tidak ada akibat tanpa ada sebab... Salah satu sebab yang sering terluput dari perhatian adalah karena ketidakadilan terhadap umatNya yang diabaikan oleh hukum. Ingat kasus pemusnahan gereja-gereja di Situbondo? Sampai saat ini kasus itu dibiarkan begitu saja. Padahal sebelumnya isu perbedaan agama ini sangat sensitif dan dihargai.
Tuhan itu adil, dan keadilan Tuhan bakal tetep berjalan no matter what. Bencana-bencana yang terjadi itu bisa terjadi karena kita tidak berdiri sebagai orang benar yang membela orang-orang yang bersalah. Kita lebih sering mengeluh tentang mereka, kita lebih sering membela sesama orang benar. Sebenernya orang benar tidak perlu dibela, coz God sendiri pasti membela orang benar. Sama seperti Yesus yang datang bukan untuk orang benar tapi untuk menyelamatkan orang-orang berdosa, why? Coz orang benar udah bener, sama kayak yang butuh dokter itu orang sakit, bukan orang sehat. Yesus datang sebagai pembela, Dia menebus orang-orang yang berdosa seperti kita, supaya Dia menjadi Pembela Agung kita yang percaya pada karya penebusanNya. Karna keadilanNya, maka penghukuman itu tetap berlangsung kalo ga ada orang yang berdiri untuk membela. Ingat Musa yang berdiri sebagai pembela bangsa Israel di hadapan Tuhan?
Lalu kenapa bencana juga terjadi juga di wilayah "orang Kristen" seperti di Ambon, Nias, dan Nabire? Status sebagai orang Kristen belum tentu menyatakan bahwa orang-nya benar-benar hidup sebagai seorang percaya. Pak Pati Ginting menemukan fakta bahwa banyak pendeta di sana yang masih menggunakan kuasa-kuasa kegelapan dan mempunyai gaya hidup yang sama sekali bertolak belakang dengan status mereka sebagai orang Kristen. Dan keadilan Tuhan tetap berlaku atas mereka.
Sering tanpa sadar kita juga mengeluh tentang Indonesia (yea you know, pemerintahannya, ketidakjelasan hukumnya, keruwetan birokrasinya, dll dll... bisa serentetan daftar panjang gitu deh), kadang kita cuman asal celetuk aja, 'n kadang juga ada yang begitu kecewanya 'n begitu malunya jadi warga Indonesia sampe niat menetap di negara asing manapun asal ga di Indonesia. One truth about this, perkataan kita itu punya kuasa. Darimana lahirnya perkataan kita? Dari pemikiran dan sudut pandang kita! Ingat kenapa Sodom dan Gomora dimusnahkan? Bukan hanya karena dosa 2 kota itu, tapi lebih lagi karna banyak keluhan orang tentang 2 kota itu ("Sesudah itu berfirmanlah TUHAN: "Sesungguhnya banyak keluh kesah orang tentang Sodom dan Gomora dan sesungguhnya sangat berat dosanya." - Kejadian 18:20). Apakah kita mengucapkan kehidupan atau kematian terhadap negara kita sendiri? Karena kesejahteraan kita juga bergantung pada kesejahteraan tempat tinggal kita bukan?
Satu hal lagi yang membedakan Indonesia dengan negara-negara lain yang juga minoritas Kristen atau orang-orang Kristennya diancam/dianiaya/diperlakukan tidak adil... Tingkat penganiayaan di Thailand dan Malaysia jauh lebih tinggi daripada di Indonesia, tapi mengapa Indonesia keadaannya jauh lebih terpuruk dibanding 2 negara itu? Negara Thailand dan Malaysia tidak didirikan dengan perjanjian persaudaraan. Indonesia didirikan dengan perjanjian persaudaraan, yang tercantum juga dalam Pancasila dan UUD 1945, bahwa kita sebagai warga negara Indonesia adalah satu, namun tetap menghargai perbedaan agama yang ada. Kuasa hukum atau kuasa perjanjian (covenant) itu besar sekali. Dan karena belakangan ini covenant itu mulai dilanggar, maka tidak heran jika akibatnya seperti yang terjadi belakangan ini.
Nasionalisme mungkin terdengar terlalu radikal bagi sebagian besar orang... Namun sesungguhnya definisi nasionalisme berawal dari sikap hati yang sederhana. Hidup kita adalah anugrahNya, namun apakah kita benar-benar menyadari, menghargai, dan mensyukuri kenyataan itu kalau ternyata dari pemikiran dan perkataan kita lebih mengungkapkan ketidakpuasan, kekecewaan, dan ketidakpedulian?