You Know Better Than I

I had a long conversation again with kak Marcel... Sering banget kalo abis ngobrol panjang ama dia tu jadi dapet something ^.^ hehehe... Sama-sama "seniman" kali yah kak? Huehehe... "seniman" yang bisa merasakan hal-hal dengan lebih mendalam daripada kebanyakan orang... And thanx for the inspiration ^.^

Dia ngomentarin tentang satu hal yang sebelumnya aku share ama dia. First... I can't compare my life stories with other's life stories... Aku juga ga bisa mengidentikkan diriku dengan orang laen, aku ga bisa mengidentikkan apa yang aku alami dengan apa yang orang laen alami, coz Dia mempunyai kisah-kisah yang berbeda untuk dijalani oleh setiap anakNya. Kadang solusi atau pendapat dari orang laen belon tentu bisa diterapin dalam apa yang kita alami, coz "line"nya emang beda ("line" ini istilahnya kak Marcel hehe...). He sure do loves originality... That's why each of us are unique and different from each other, and He does the same with our life stories... Setiap orang punya ciri khasnya sendiri, setiap orang menjalani kisah kehidupannya sendiri, and that's a real originality... I just gotta live my own story with Him.

Second... RencanaNya memang seringkali ga kebayang ama kita, juga seringkali ga kita mengerti... Kadang kalo pas kita ga ngerti, kita cenderung menyalahkan orang laen atau diri kita sendiri atas beberapa hal yang telah terjadi or sedang terjadi, padahal ada Seseorang lagi yang terlupakan. Yeapp, Him... Kita sering lupa bahwa Dia ikut campur 'n punya andil dalam setiap peristiwa yang terjadi, dalam setiap kejadian yang kita alami... Tapi itu bukan berarti ada 1 orang lagi yang bisa disalahin loh hehehe... Cuman kalo kita nyadar tentang kehadiranNya ini, kita bakal lebih bisa memandang segala sesuatunya dengan lebih tenang...

Why? It's simply becoz He knows better than us...

Maybe becoz He knows that I'm a focused person, He wants me to focus on another thing first this time... (itu kata kak Marcel) Though it's just one of many other possibilities, but it's kinda relieved me... Soalnya bener banget siy hehehe... aku orangnya emang fokus 'n yah walopun aku ga tau apa alasan persisnya kenapa kejadian kayak gini, yang jelas Dia pasti tau apa yang terbaik. It's not a clyche... It's the truth... He knows better than me...

Ada banyak hal-hal yang ga pasti, hal-hal yang mungkin ga bisa diprediksi dengan detail sebelumnya, and to be honest, itu bikin aku takut 'n bikin aku pengen secepatnya memutuskan kepastian tentang satu hal yang pada kenyataannya emang belon pasti. Like I said before, "setiap hari mempunyai kejutannya sendiri", dan "ada hidup di hari ini" He surely wants me to life fully on today. Pengalaman di masa lalu memang kadang jadi menentukan refleks 'n reaksiku waktu aku lagi ngalamin hal yang similar, but I should've trust Him to keep them all away from me after I learn from it, and I shall trust Him to guide me step by step this time... I've gotta focus to do what's in front of me, not making assumptions or let my mind go wild and pesimistic about an unsure thing...

Thank You God...


Man 'n Woman


"When I created the heavens and the earth, I spoke them into being.

When I created man, I formed him and breathed life into his nostrils.

But you, woman, I fashioned after I breathed the breath of life into man
because your nostrils are too delicate.

I allowed a deep sleep to come over him so I could patiently and perfectly fashion you.

Man was put to sleep so that he could not interfere with the creativity.
From one bone I fashioned you.

I chose the bone that protects man's life.
I chose the rib, which protects his heart and lungs and supports him, as you are meant to do. Around this one bone I shaped you. I modeled you.
I created you perfectly and beautifully.

Your characteristics are as the rib, strong yet delicate and fragile.
You provide protection for the most delicate organ in man, his heart.
His heart is the center of his being; his lungs hold the breath of life.

The rib cage will allow itself to be broken before it will allow damage to
the heart. Support man as the rib cage supports the body.

You were not taken from his feet, to be under him,
nor were you taken from his head, to be above him.
You were taken from his side, to stand beside him and be held
close to his side.


You are my perfect angel, my beautiful little girl. You have grown to be a
splendid woman of excellence, and my eyes fill when I see the virtues in
your heart. Your eyes are beautiful. Your lips, how lovely when they part in prayer.

Your nose, so perfect in form, your hands so gentle to touch.
I've caressed your face in your deepest sleep; I've held your heart close to mine.

Of all that lives and breathes, you are the most like me. Adam walked
with me in the cool of the day and yet he was lonely. He could not see me or touch me. He could only feel me. So everything I wanted Adam to share and experience with me, I fashioned in you: my holiness, my strength, my purity, my love, my protection and support.

You are special because you are the extension of me.

Man represents my image - Woman , my emotions.
Together, you represent the totality of God.

So man, treat woman well. Love her; respect her, for she is fragile.
In hurting her, you hurt me. What you do to her, you do to me. In hurting her, you only damage your own heart, the heart of your Father, and the heart of her Father.

Woman , support man . In humility, show him the power of emotion I have given you.
In gentle quietness show your strength. In love, show him that you are the rib that protects his inner self."

Indonesian Version :

Ketika AKU menciptakan langit dan bumi.
AKU berfirman dan jadilah.

Ketika AKU menciptakan pria,
AKU membentuknya dan meniupkan nafas kehidupan ke lubang hidungnya.

Tetapi engkau, wanita, AKU menghiasmu setelah aku meniupkan nafas kehidupan ke pria
karena lubang hidungmu terlalu lembut.

AKU membiarkan pria tertidur dengan nyenyak
sehingga AKU dapat dengan sabar dan sempurna membentuk engkau.
Pria AKU buat tertidur supaya dia tidak dapat mencampuri hasil karyaKu yang sempurna.

Dari satu tulang, AKU menghiasmu.
AKU memilih tulang yg melindungi kehidupan pria.
AKU memilih tulang rusuk, yg melindungi jantung dan paru-paru dan mendukungnya,
sebagaimana yg harus kamu lakukan.
Dari satu tulang ini, aku membentukmu dengan sempurna dan cantik.

Sifatmu adalah seperti tulang rusuk, kuat tetapi lembut dan mudah patah.
Engkau menyediakan perlindungan untuk organ paling lembut dari pria, yaitu hati atau jantungnya.
Jantungnya adalah pusat dari kehidupannya,
paru-parunya menggenggam nafas kehidupan.

Tulang rusuk akan membiarkan dirinya patah sebelum ia
mengijinkan kerusakan terjadi pada jantung.
Jika hati rusak, berarti rusuk telah hancur...

Dukunglah pria sebagaimana tulang rusuk melindungi tubuhnya.

Engkau tidak diambil dari kakinya utk menjadi alasnya,
tidak juga diambil dari kepalanya utk menjadi atasannya.
Engkau diambil dari sisinya, utk berdiri di sebelahnya
dan dipeluk dengan erat.

Engkau adalah malaikat-KU yg sempurna.
Engkau adalah gadis kecilku yg cantik.
Engkau telah tumbuh menjadi wanita yg sempurna, dan
mata-KU terpuaskan ketika aku melihat hatimu.

Bibirmu sangat cantik ketika mengucapkan doa.
Hidungmu sangat sempurna dalam bentuk.
Tanganmu sangat lembut untuk disentuh.
AKU telah memberi perhatian pada wajahmu saat engkau tertidur.

AKU menggenggam hatimu dekat dengan-KU.
Dari semua yg hidup dan bernafas,
engkau adalah yg paling mirip dgn AKU.

Adam berjalan bersamaku di hari yg dingin dan dia kesepian.
Dia tidak dpt melihat ataupun menyentuh-KU.
Dia hanya dapat merasakan-KU.

Jadi semua yang AKU ingin Adam berbagi denganku,
Aku membentuknya di dalam kamu.
Kekuatan-KU, kemurnian-KU, cinta-KU, perlindungan- KU
dan dukungan-KU.

Engkau adalah istimewa karena
engkau adalah perpanjangan tangan-KU.

Pria melambangkan citra-KU - wanita, perasaan-KU.
Bersama-sama... kalian melambangkan kesempurnaan yg sejati.

Jadi,

Pria - perlakukan wanita dengan baik.
Cintailah dia, hormatilah dia, krn ia lembut.
Menyakitinya, berarti engkau menyakiti-KU.
Apa yg engkau lakukan kepadanya, engkau melakukan-nya kepada-KU.
Jika engkau menghancurkannya, engkau hanya
menghancurkan hatimu sendiri, hati-Nya.

Wanita, dukunglah pria. Dalam kesederhanaan, tunjukkan
kepadanya kekuatan perasaan yg telah KU berikan kepadamu.
Dalam kesunyian, tunjukkan kekuatanmu.
Dalam cinta, tunjukkan kepadanya bahwa engkau adalah
tulang rusuknya yg melindungi tubuhnya.

Sumber: Milis PenulisLepas

 


Hari Ini...

Hari-hari yang telah berikan senyum

Namun mereka juga tinggalkan luka

Hari-hari yang biaskan harap

Namun mereka juga yang sisakan kecewa

 

Rasa takut mulai membangun temboknya

Jangan sampai terulang… katanya

Dinding jarak mulai tercipta

Menyisipkan ragu dan racun yang keraskan hati

 

Satu hari ukirkan kebahagiaan

Namun hari lainnya menginjak harapan

Lebih baik tak berbekas… bisiknya

Pemahaman dan pengertian pun mengunci mulutnya

 

Apa yang akan terjadi hari-hari ke depan?

Haruskah pintu dibuka atau ditutup rapat?

Semua bercampur bagai adonan yang tak jelas rasanya

Biarkan saja jejakku lenyap… isaknya dalam diam

 

Seraplah suara angin

Rasakan hangat cahaya siang

Sentuhlah pendar bintang di ujung malam

Ada hidup di hari ini

 

Jangan menyerah pada hampa

Jangan tenggelam dalam kesendirian

Kegelapan dalam galaunya pikiran akan menyingkir

Hari-hari akan muncul dengan kejutannya sendiri

 

Peluklah hari ini

Bersama anugrah dan kasih yang sejati

Genggamlah janji yang ditorehkan oleh pena Sang Penyair Agung

Biar degup nafasmu menyatu dengan hari ini...


Waktu - Penantian - Perubahan

"Rahasia terbesar untuk dapat berurusan dengan waktunya Tuhan adalah mengerti kekuatan dari perubahan."

Itu kalimat pertama yang aku terjemahin dari artikel di cbn.com, 'n langsung ngena banget, that's like the answer to my question. Yeap... ini masih berhubungan dengan "menunggu"...

Coba deh bayangin proses dari ulat jadi kupu-kupu... Aku rasa ini ilustrasi yang pas banget buat ngegambarin korelasi antara waktuNya - proses/penantian - perubahan. It takes time for the change from a worm into a butterfly. Dimana selama itu terjadi perubahan dalam proses/penantian. Mungkin perubahan itu tidak begitu terlihat bedanya dari menit ke menit, tapi perubahan itu tetap terjadi! Penantian itu paling terasa saat ulat itu berada dalam kepompong, keliatannya ga terjadi apa-apa, ulat itu hanya terbungkus kepompong selama beberapa waktu... Tapi setelah waktuNya tiba, dia keluar dari kepompong dan terbang dengan tubuh 'n sayap barunya.

Waw... Thanx God... 

Kalo kita lagi dalam proses "menunggu", like I've said before, kayaknya waktu itu kerasa lamaaa banget... 'n kayaknya kita ga bergerak kemana-mana. Well... jangan terkecoh dengan itu semua... Kita menjalani masa penantian itu coz Tuhan punya tujuan di dalamnya. Yeap, Dia ga mau kita cuman menunggu tanpa berbuat apa-apa. Justru dalam "kepompong" itu kita punya kesempatan untuk melakukan perubahan! Supaya waktu kita nanti keluar dari dalamnya (saat waktu Tuhan tiba), kita sudah menjadi seseorang yang baru (punya pemahaman yang baru, tingkat kedewasaan yang baru, pengetahuan yang baru, hikmat yang baru, pola pikir yang baru, penampilan yang baru, gaya hidup yang baru, de el el...) yang pastinya jauhhhh lebih baek 'n lebih upgrade dari kita yang sebelumnya.

So remember that in a waiting room, we're not meant to be just sit and doing nothing... It's a chance for us to make some changes, so we can reach our destiny with a much better version of ourselves...

(Btw... bahasa Inggris yang di atas bener ga yah? Hihihi... sok Inggris jadinya hihihi... ) 


In a Waiting Room

Menunggu...

Satu kata yang kadang tidak terkesan sebagai kata kerja karena kita terbiasa mengaitkannya dengan rasa bosan, tidak sabar, bete, doing nothing, cape dehhh... or whatever you name it... But indeed... "waiting" is a verb...

Menunggu di ruang tunggu bandara sebelum naik ke pesawat rasanya lebih mudah daripada menunggu sesuatu yang belum jelas arahnya. Setidaknya kalau menunggu di bandara kita sudah tahu bahwa kita pasti akan naik ke pesawat, walau ada kemungkinan keberangkatan bisa di-delay.

Dalam menunggu sesuatu yang belum jelas, aku suka membaca quote ini "Kesabaran bukanlah kemampuan untuk menunggu, namun kemampuan untuk mempertahankan sikap yang baik selama menunggu" Well... actually it's not an appropriate one, but it helps a lot...

Buat aku, saat ini "menunggu" adalah satu kondisi yang menyediakan beberapa pilihan untuk dilakukan, dan beberapa hal untuk dipikirkan. Sometime it needs more time for me to realize that what's so noisy in my head are negative thoughts, doubts, pesimistic thoughts, and fake feelings. Yea... I know I CAN choose what to think and what to do when I'm in a waiting room... And that's why I write this note, just to be a reminder for myself... That I CAN put my faith on Him, and I can holding on to His unfailing promises, and trust Him completely...


Sinetron Yang Mem-Bete-Kan

Itulah salah satu alasan yang paling dominan kenapa aku paling males nonton sinetron-sinetron sekarang ini... Benernya dari dulu siy, cuman baru belakangan ini aja aku ngerasa kok kayaknya tambah jijai yah... Gara-gara aku liat salah satu sinetron yang dibikin gaya musikal model Bollywood gitu deh, lagu-lagunya juga lagu film bollywood cuman diganti bahasa indonesia aja. Jalan ceritanya juga klise banget... peran protagonisnya baeekkk banget sementara peran antagonisnya jahaaattt banget... Kebanyakan sinetron sekarang gitu semua bukan... Jadi bosen... What bothers me so much is not about the Bollywood style (coz I like few Bollywood films tapi cuman yang ada pesan moralnya 'n juga yang lucu, kebanyakan tentang keluarga, hubungan ortu dan anak, persahabatan... ya kaya gitu-gitulah, ga cuman roman melulu), tapi inti cerita sinetronnya 'n "adaptasi"nya itu loh... (daripada "adaptasi" maybe lebih cocok pake istilah "jiplakan" kali yah...).

Sinetron yang kebanyakan mengusung tema percintaan remaja juga ga kalah jijai... Ga ada unsur pendidikannya sama sekali... Yang bikin prihatin tuh ya (selaen bosen ngeliat cerita yang kayak gitu-gitu aja, yang terlalu didramatisir 'n terlalu di-mellow-mellow-in) pernah kepikir ga siy kalo yang nonton sinetron-sinetron itu ga semuanya dah dewasa 'n bisa berpikir logis (jangan ngebahas "cinta ini kadang-kadang tak ada logika" kayak lagunya Agnes Monica deh... Coz kita dah tau kalo a serious relationship itu ga melulu bicara soal perasaan aja). Dan mereka ini menelan mentah-mentah semua informasi tersirat dari sinetron-sinetron semacam itu... Akibatnya ya ga heran kalo banyak cewek muda gampang digombalin ama cowok-cowok, gampang tertipu, berpikir kalo cinta itu cuman soal rasa bahagia, deg-deg-an, rasa kangen, rasa pe-de karna ada pasangan yang bisa dijadiin tempat bermanja-manja, ada yang perhatian, dll... We all know that love is so much more than that... Love is not just about feelings, but it's about respect, faithfullness, appreciation, and commitment...

Film adalah salah satu media yang powerful banget buat mendoktrinasi penontonnya. Kalo mau mendidik atau membentuk moral bangsa, pakelah film... Bikin film 'n sinetron yang bermutu, yang ga semata-mata berorientasi pada pandapatan. Visi yang jelas 'n kreativitas dijamin bisa mengalahkan pandangan bahwa kalo bikin film yang bermutu itu ntar ga laku, coz masyarakat senengnya film-film yang kayak gitu (yang tokoh protagonis ama antagonisnya berlawanan banget, macem film "bawang merah bawang putih", "istriku sayang istriku malang", dll). Tentu aja supaya sukses banyak banget pihak yang harus menyadari hal ini, bukan cuman pembuat film / sinetron, tapi juga stasiun TV (aku pernah denger curhat pengalamannya salah seorang sutradara yang ditolak filmnya ama salah satu stasiun TV dengan alasan ga bakal laku coz masyarakat itu lagi seneng ama film-film macem "bawang merah bawang putih" itu, padahal filmnya bermutu tuh), pokoknya ngelibatin semua insan media deh... Aku cuman mikir kalo semua dah sepakat untuk gak lagi menjadi follower (memberi tontonan yang klise 'n bermutu rendah dengan alasan masyarakat yang demen coz ratingnya tinggi), tapi menjadi leader (memberi tontonan yang bermutu, mendidik, 'n juga menghibur), pasti ntar akhirnya masyarakat juga ikut kebawa deh...

Kenapa aku nulis ini? Pertama gara-gara tadi abis baca milis yang beberapa tuh ngebahas tentang serial film "Jomblo" 'n mereka pada komentar kalo serial "Jomblo" itu kayak angin segar di tengah-tengah sinetron-sinetron laen yang tema 'n ceritanya hampir seragam (klise ghetto deh). Udah gitu lucu pulak hihihi... Trus yang kedua, gara-gara pas liburan akhir taon lalu aku kan mudik... Aku liat pembantu-pembantu di toko demen banget nonton sinetron-sinetron yang ga mutu gitu... trus kepikir deh, apa ya yang masuk di pikiran mereka yang masih belasan tahun itu? Udah lagi masa puber, eh dicekokin ama cerita cinta macem roman picisan gitu... Prihatin banget kan... Ayo dunk insan film 'n sinetron, kalian punya andil besar dalam menentukan arah langkah generasi bangsa, ciayooo!!!

24 Things To Remember

Kehadiranmu adalah sebuah hadiah bagi dunia
Kamu adalah UNIK dan satu - satunya yang ada .
Hidupmu dapat menjadi apapun yang kamu inginkan
Pergunakanlah hari - hari yang ada dengan baik .

Hitunglah BERKATMU dan bukan MASALAHMU .
Kamu akan mewujudkannya melalui apapun yang ada .
Di antara kamu ada banyak jawaban
Pengertian, Semangat dan JADILAH KUAT DAN BERANI .

Jangan MEMBATASI dirimu sendiri
Banyak mimpi yang menunggu untuk diwujudkan .
Keputusan adalah sebuah kesempatan penting
Raihlah impian yang tinggi dalam tujuan yang pasti .

Tidak ada yang lebih sia - sia dari pada rasa khawatir .
Semakin lama seseorang " memikirkan " sebuah masalah akan semakin berat .
Jangan terlalu serius dengan hal - hal yang sia sia
Hiduplah dalam KETENANGAN dan bukan penyesalan dan kepahitan .

Ingatlah KASIH yang sedikit akan terus berjalan
Ingatlah KASIH yang besar adalah untuk SELAMANYA .
Ingatlah persahabatan adalah INVESTASI yang sangat bijaksana
Harga kehidupan adalah KEBERSAMAAN bukan KESENDIRIAN .

Sadarlah bahwa tidak pernah terlambat .
Lakukanlah hal yang kecil dengan cara yang luar biasa dan yang terbaik .
Milikilah semangat yang berkobar - kobar dengan penuh PENGHARAPAN dan KEBAHAGIAN .
Ambillah waktu untuk berbaikan kepada semua orang
......sekalipun itu ,orang yang yang menyakiti hatimu dan mengecewakanmu..........

HAPPY NEW YEAR 2007

Sumber: intranet CBNI


An Inspiration

"You must be the change you wish to see in the world.

If you want love in the world, you must be love.

If you want kindness, you must be kind.

If you want less aggression, you must be less aggressive".

-Mahatma Gandhi-


It's All About Him - a romance thing

By request...

How can we keep trusting God 'n keep our mind secure from random assumptions about someone that we cared about?

Seringkali, dalam menjalin hubungan dengan seseorang yang istimewa (yea, you know, such as "someone"), ada saat-saat dimana kita mempertanyakan sikapnya yang menurut kita nggak jelas. And it didn't stop there. Pikiran kita terus mencari jawabannya dengan cara berasumsi. Yep, kita lebih suka mempunyai beberapa alternatif kemungkinan jawaban dalam pikiran kita daripada membiarkan tanda tanya itu bergantung begitu saja di udara. Tapi, sering tanpa sadar kita menjadikan salah satu asumsi itu sebagai jawaban yang kita yakini, kita memilih untuk mempercayai salah satu asumsi yang ada sebagai kenyataan. Padahal dalam kenyataan yang sesungguhnya (in the real world, not in our mind nor our brain), kita bener-bener ga tau apa yang sebenernya terjadi, atau apa motivasi yang sebenernya dari satu sikap atau perbuatan yang dilakukan oleh seseorang itu.

Berasumsi biasanya memang menjadi default mode dari kebanyakan cewek kalo lagi ngalamin hal yang satu ini. Tapi kita kudu belajar untuk mengendalikan dan menguasai pikiran kita, Karena eh karena... berasumsi itu selaen merugikan (coz hampir semua hal-hal yang kita asumsikan itu ternyata kenyataannya ga kayak gitu, atau bisa dibilang hampir 99% dari semua asumsi kita itu meleset, so kita kan jadi cape sendiri pas dah tau kenyataannya, ternyata kita dah ngabisin banyak waktu buat mikir yang ribet-ribet... ya nggak? Hehehe...), juga bisa beresiko (kita bisa salah paham, marah, 'n meledak ama orang yang pada dasarnya ga bersalah... atau menegur orang yang tidak tepat... kita bisa menghancurkan satu hubungan yang sebenernya masih bisa diperbaiki 'n ditingkatkan lagi). Kuncinya teuteup... komunikasi lancar 'n terbuka yang didasari ketulusan (bukan prasangka, keegoisan, pembelaan diri, kebohongan, dll...).

Tapi di atas semuanya, kita harus tetep inget bahwa Dia yang memegang kendali atas semua hubungan-hubungan kita. Memang nggak semua yang terjadi di dunia ini adalah rencanaNya, tapi semua hanya bisa terjadi atas seijinNya. Kalo kita percaya, berserah, 'n bergantung penuh ama Dia, yang terjadi itu kayak di Roma 8:28.

How can we know exactly, whether someone (our opposite sex) is our forever friend or will be our spouse in the future?

Jawabannya dah pasti... ga ada yang tau 'n ga ada yang bisa memastikan hal itu.

Tapi kadang keinginan kita untuk memastikan masa depan menjadi pemicu yang kuat untuk melakukan semacam komitmen. Pernah nggak janjian ama temen lawan jenis kamu buat berteman selamanya (dengan maksud memastikan bahwa ga bakal ada perasaan apa-apa yang lebih dari temen, biar safe 'n nggak salah mengartikan sikap-sikap kita satu sama lain)... Well... pernah mikir nggak kalo sebenernya dengan janjian kayak gitu secara nggak langsung kita udah membatasi Dia?

Kenyataannya, walopun kita udah komitmen kayak gitu... Tapi siapa yang sebenernya paling tau tentang masa depan? Cuman Dia kan? Belon tentu orang yang sekarang jadi temen kita itu di masa depan bakal tetep jadi temen kita, atau bakal putus hubungan (karna komunikasi yang makin lama makin berkurang), atau bakal jadi sahabat kita yang paling deket, atau bahkan bakal jadi pasangan kita... We'll never know, rite? Kita pengen memastikan semuanya itu saat ini karena pada dasarnya manusia itu feel secure dengan (paling nggak) mengetahui hal-hal yang pasti di masa depan (dalam hal ini di area relationship). Padahal sebenernya kita ga punya hak untuk membatasi Dia... Kalo saat ini kita emang pengen berteman, ya udah bersikaplah sebagai teman... take it easy (but responsible too-lah hehehe... jangan trus jadi TTM yang nggak jelas ituh...) and nyante aja... Let Him lead your steps... Inget juga yang satu ini... pesan dari mayora huehehehe.... Siapa pula itu mayora... Xixixi....

Jadi tambah jelas semuanya... It's not just about us, It's not just about that "someone", but above all... It's all about Him... ^_^

PS: Jadi dapet 'n nulis tentang ini gara-gara obrolan yang berawal dari curhat ^_^ What a revelation... hehehe...


Back @ Da New Year

I'm back! Di rumah selama seminggu telah berhasil menambah volume tubuh yang cukup berarti huehehe... Sampe bawa pulang celana panjang buat dikecilin pinggangnya eh waktu dicoba malah pas... hihihi... Yah abis makan mulu, kapan lagi coba bisa makan nasgor 'n mie goreng bikinan papaku, trus makan jajanan pasar, lontong mie, kolak pisang, puding coklat bikin sendiri, 'n tempe penyet (sambel bikinan cecenya mamaku enak buangettt... sampe makan tempe penyet terus hehehe....).

Hari pertama masuk kantor, orang-orang dah pada muncul dengan tampang sumringah, rame-rame berjabat tangan 'n said "Happy New Year!" Bukannya gimana, aku emang ga biasa berheboh-heboh ria dengan yang namanya taon baru... Pas pergantian taon kemaren aku juga lagi tidur hehehe... Coz buat aku setiap hari itu baru, yang namanya taon baru itu kan cuman perhitungan kalender aja... hehehe... Ya udah aku mah ikutan aja said happy new year sambil sekalian kangen-kangenan ama beberapa orang kantor yang akrab, tapi jujur lebih seru kangen-kangenannya deh daripada ngucapin happy new year hehehe.... Tadi sempet mampir ke dept. Produksi mo cuci gelas di pantry, kangen-kangenan dulu ama Kak Marcel 'n nyicip kue bikinan mertuanya, asli enak banget euy kuenya... Nyam nyam... Hihihi... niat dietnya ditangguhin dulu deh hehehe... Jarang dapet kue enak gitu... Lagian cuman makan beberapa biji doang hehe...

Pas pulang ke rumah, beneran He granted my important wish... Akhirnya setelah melalui beberapa menit nada tinggi, papaku ngeluarin uneg-unegnya tentang sikapku yang selama ini aku gatau... Tapi itu melegakan banget... Aku jadi tau oh ternyata selama ini dia mikir kayak gitu, oh selama ini ternyata dia perhatian banget ama aku cuman aku ga nangkep coz dia ga pernah nyatain itu lewat omongan, oh ternyata dia pengen aku berbagi cerita detail juga ke dia sama kayak yang selama ini aku ceritain ke mamaku... Selama ini aku emang ga terlalu banyak communicate ama dia coz aku pikir aku takut ngeganggu dia, to me he seems so busy... jadi pas dia pulang dari toko 'n nonton TV, aku pikir dia mo santai aja setelah seharian cape di toko, aku gatau kalo ternyata dia nungguin aku cerita...

Maybe pikiranku yang gamau ngeganggu dia itu berakar sejak aku kecil. Coz dari TK aku dah terbiasa cerita semua ama mamaku, aku masih inget mamaku selalu nanyain ada kejadian apa aja di sekul 'n ama guru diajarin apa aja (itu waktu aku masih di TK) sepulang sekul... Trus yang ngurus urusan sekul kayak pembagian raport, dll itu selalu mamaku. So maybe karena itu aku jadi terbiasa 'n lebih gampang cerita ama mamaku. Sementara waktu aku kecil, papaku justru lagi kerja keras banget ngerintis usaha toko. Papaku kerja keras sampe jarang ketemu ama aku, pagi-pagi dah berangkat, malem baru pulang... Coz dia gamau aku ngalamin kemiskinan kayak dia, dia pengen kondisiku jauhhh lebih baek daripada kondisi dia sebelumnya... Tapi namanya anak kecil, mungkin dulu yang tertanam di bawah sadarku sampe saat ini adalah "Papaku sibuk, aku ga mau ngeganggu..." Tapi sekarang aku tau kalo ternyata dia pengen juga aku berbagi ama dia... Walopun komunikasi di antara kita masih belon lancar-lancar banget kayak aku ama mamaku, but this is a very good start... paling nggak aku tau kalo sekarang aku mo cerita aku bisa langsung cerita aja tanpa takut ngeganggu. Thank You very much God... ^_^

My Resolution For The New Year

Emm... apa yah? Hihihi... Ok ok... yang jelas dari satu hal yang terus-terusan Dia ingetin ke aku, I shall trust Him more 'n think simple... Itu yang paling penting siy... Yang laen-laen mengikuti hehehe....

Pendek yah? Hihihi.... abis ini aku mo selesaiin kerjaan dulu, ntar siang baru nulis blog lagi, memenuhi request dari seseorang supaya aku nulis tentang hal itu... So... will be right back yah!