Wicked Lies

Dimulai saat Hawa mendengarkan bisikan ular, terpaku pada satu buah dari satu pohon di taman itu... Hanya satu! Sampai akhirnya kita semua tau apa yang terjadi selanjutnya... Sounds familiar?

Seringkali kita terjebak dalam jaring-jaring kebohongan yang ditenun iblis untuk mengunci kita. Kebohongan-kebohongan itu mungkin berawal dari sesuatu yang sederhana, namun saat kita menelan kebohongan pertama, maka kebohongan-kebohongan berikutnya akan lebih mudah terlihat sebagai kebenaran...

“Tidak ada yang mencintaiku”

“Aku terlalu jelek…”

“Aku tidak punya potensi”

“Aku tidak butuh orang lain, aku bahagia sendirian”

Daftar yang sangat panjang jika kita terus menuliskannya…

Saat itu Hawa tergoda oleh kebohongan pertama yang ditawarkan ular padanya, dia mulai berpikir apakah Allah memang menyembunyikan sesuatu darinya dengan melarangnya memakan buah dari satu pohon itu... Dia melupakan kenyataan bahwa dia sudah memiliki semua yang dibutuhkannya! Adam di sisinya, semua buah dari semua pohon di taman itu, kecuali satu pohon itu.. Dia terpaku pada apa yang tidak dia miliki dan lupa bahwa sebenarnya dia tidak membutuhkan 1 pohon itu karena semua yang dibutuhkannya sudah ada!

Iblis seringkali menggoda kita, mencoba mengarahkan pandangan kita pada apa yang tidak kita miliki, lalu mulai menanamkan benih-benih iri hati, rasa tidak puas, mengasihani diri sendiri,... yang pelan tapi pasti, mulai mengalihkan fokus kita pada kenyataan yang sebenarnya, bahwa kita masih memiliki begitu banyak hal untuk disyukuri! "Tapi tanpa satu hal itu hidupku tidak lengkap..." Siapa bilang? Tuhan, our Creator, Dialah yang paling tahu apa yang kita butuhkan dan kapan kita membutuhkannya. Kita sudah memiliki semua yang kita butuhkan di saat ini. Iblis dengan kelicikannya berusaha menggiring kita pada pemikiran bahwa semua yang sudah kita miliki itu belum berarti jika kita belum memiliki sesuatu hal tertentu (yang memang belum atau tidak kita miliki), pemikiran bahwa kita belum benar-benar bahagia jika kita belum memiliki satu hal itu, pemikiran bahwa satu hal itu jauh lebih penting dan lebih berharga dibanding banyak hal yang sudah kita miliki... Yea well, sez who???

Ketika Hawa mulai menelan racun pemikiran itu, dia menuruti bujukan iblis dan melanggar batas-batas kehidupan, kebebasan, dan kebahagiaannya sendiri dengan mengabaikan larangan Allah dan memakan buah itu... Tuhan memang menetapkan batasan-batasan dalam berbagai area kehidupan kita, namun batasan-batasan itu Dia buat untuk melindungi kebebasan, kehidupan dan kebahagiaan kita! Orang tua yang membuat batasan terhadap anaknya dengan melarang anaknya bermain-main di jalan, tentu saja untuk melindungi anak mereka dari resiko ditabrak oleh kendaraan. Batasan-batasan yang Tuhan buat adalah semata-mata untuk melindungi kita yang sangat dicintaiNya, agar kita tetap memiliki kebebasan yang sejati dan sukacita yang abadi.

"Penyesalan memang selalu datang terlambat..." Kalimat itu sudah sedemikian populer... Namun kalau kita bisa menghindari suatu kesalahan dengan belajar dari kesalahan sebelumnya, bukankah itu lebih bijak? Lihatlah betapa banyaknya berkat yang kita punya saat ini. Tidak salah kalau kita punya iman dan harapan untuk hal-hal yang belum kita miliki dan berusaha mencapainya, namun iman dan harapan itu harus tetap pada posisi yang seharusnya. Jika kita begitu terfokus pada hal-hal yang belum kita miliki sampai kita tidak bisa bersyukur dan menghargai hal-hal yang sudah kita miliki, itu berarti kita sudah termakan kebohongan iblis. Sebelum terjerumus lebih dalam... lebih baik sekarang kita berhenti sejenak dan merenungkan, seperti apakah pandangan kita saat ini terhadap hal-hal yang sudah kita miliki dan terhadap hal-hal yang belum kita miliki?

Jangan sampai kita kehilangan semua hal yang sudah kita miliki hanya karena kita tergoda oleh satu hal yang belum/tidak kita miliki, yang untuk mendapatkannya kita harus melanggar batasan-batasan yang sudah Tuhan tetapkan untuk kebaikan kita sendiri... Jadilah bijak saat ini, supaya kita tidak perlu menyesal di masa mendatang...

PS: Ini aku renungin abis baca bukunya Michelle McKinney Hammond

Let Go

Last night after I called my dad I cried... We kinda had a conversation about my future. My dad asked me about what I'm gonna do next, what about my plan, my carreer, ... And again... all those questions made me labil... I cried and let it all out to God... all of my confusions, my doubts, my fears, and my hope...

Then I send an sms to a close friend of mine... When he called me, I told him about what I felt and about my conversation with my dad... Before that, I've told him already about this (about what I felt and what's in my mind when I was labil)... Even tough he was never experienced this like I do, he told me that I'm still holding on to my own wish... Satu sisi aku udah bilang terjadilah rencanaNya, tapi satu sisi lain aku masih pegang keinginanku buat someday balik ke Surabaya. Aku masih menganggap bahwa ini cuman sementara 'n someday I will go back. It means I'm not totally surrender to His plan... Guess it's true... So he suggested me to let go...

Selain hal itu, ada satu hal lain yang aku pengen... tapi aku juga serahin total ke Dia, pokoknya temanya kali ini tu "let go" 'n surrender all deh... If God wants it, then it will be happen.. If God thinks it's not the best for me and it's not His plan for me, then it won't be happen... I trust Him and I do know that He knows better than me.

Honestly, it feels so heavy to let it go... Yet I know there's no other way for me if I really wanna follow Him completely but surrender all to Him... All my dreams, my wishes, 'n my hopes...

02:15 pm -------------

Barusan aku cerita ama kak Marcell di kantin about my dad's call. Kak Marcell bilang kayaknya papaku bakal tenang kalo aku bisa jelasin tentang kerjaanku dan gimana dengan aku sendiri di sini, 'n gimana dengan rencanaku ke depan. At least dengan kayak gitu, papaku sebagai ortu bisa lebih tenang coz dia tau aku punya tujuan yang jelas 'n bahwa apa yang aku lagi lakuin sekarang itu bikin aku enjoy. Coz ortu paling berharap satu hal ini, mereka pengen liat anaknya hepi 'n safe. I'm gonna tell my opinion to my dad when he calls tonight...

Thank You Father... You've answered me, You always answer me through anyone or anything.. and sudah terbukti, You're never let me think alone, figure it aout alone, and take the burdens alone... You've showed me that I'm really safe in Your track... Thank You...

The Runaway

Run... Move... Make as many changes... They are the things that we usually wanna do when we're in trouble or under pressure. Banyak media yang juga menyarankan semua itu. But the thing is... apakah semua perubahan di luar itu juga berhasil merubah what's inside us? Apakah lari, pindah tempat, atau melakukan perubahan-perubahan lain benar-benar solusi yang tepat untuk menyembuhkan, mengembalikan, atau merubah our hurted heart, our broken soul, cast away our fears, and heart matters yang lain?

Saat kita lagi berada di bawah tekanan atau kepentok ama masalah, terutama masalah yang berhubungan ama hati 'n perasaan, kebanyakan kita jadi gampang banget tergoda untuk lari, yea..., just runaway, just move, then we thought the problem is solved too... Pernah nonton film "The Perfect Man" ga? Itu salah satu contoh tentang "runaway" yang aku mo ceritain di sini... Asli bagus banget, you should watch it.. We thought it's easier to runaway and it's easier to overcome the storm in our minds 'n in our hearts if we just have a new environment, new people, new place, new style,... But the fact is, maybe malah yang di dalem sini tambah parah... Luka yang ada itu nggak diobati tapi cuman ditutup sementara. And kita tau gimana jadinya kalo luka yang parah di tubuh kita itu cuman ditutup gitu aja, kemungkinan besar bisa tambah infeksi. Diobati pasti sakit, tapi itu bagian dari proses untuk sembuh sepenuhnya.

Pernah tergoda runaway? Pernah banget... Ga cuman sekali... Dulu pas aku masih SMA, aku gabung ama team PD (Persekutuan Doa) sekul. And to be honest... aku ngerasa gapnya jauh banget, antara anak-anak team lama 'n anak-anak yang baru gabung di team. Anak-anak team lama maybe ramah, say hi 'n nanya kabar getu, tapi kita juga bisa ngerasain deh mana yang bener-bener care atau yang cuman sekedar basa basi doang. Anak-anak lama selalu nge-gank sendiri, and anak-anak baru susah banget buat nge-blend in ama mereka. Akibatnya satu persatu anak baru berguguran, maksudnya jadi pada mengundurkan diri getu. atu-satunya yang bertahan sampe akhir, sampe akhirnya lulus SMA, cuman aku. Kenapa aku ga ngundurin diri aja kayak yang laen? Bukannya ga pengen, aku pengen banget just ngundurin diri 'n I'm free, aku ga perlu lagi berusaha blend in ama mereka, aku ga perlu ngerasa tersisih lagi, aku ga perlu sering nangis lagi coz aku sering ngerasa sendirian walopun aku di tengah-tengah mereka, and apa yang aku dapet juga kalo aku bertahan ama mereka? Nothing, a big zero, malah kayaknya aku cuman membiarkan perasaanku sakit sendiri.

But ternyata God ngajarin aku something precious lewat kejadian itu, lewat keputusanku untuk tetep bertahan walo sebenernya keinginan buat keluar tu cuman tinggal dijalanin aja, it's so easy, but I stayed. I learned that kesatuan itu emang butuh usaha, kemauan 'n hati, bukan cuman slogan. Untuk menyatukan generasi lama 'n generasi baru butuh usaha, kemauan, 'n niat hati dari kedua pihak untuk blend in. Kalo yang peduli cuman satu pihak, itu ga bakal berhasil sepenuhnya. Bisa aja tetep jadi satu team, tapi apakah itu bener-bener satu juga secara hati? And how can we pray with one heart kalo pada kenyataannya kesatuan itu cuman secara status doang? Statusnya aja satu team PD... Tapi sama sekali ga ada kesatuan hati... Padahal kesatuan hati adalah komponen paling penting yang jadi jiwa dari sebuah organisasi atau komunitas. Bukan cuman karna ini Persekutuan Doa, tapi ini juga berlaku dalam komunitas apapun. And yang terpenting dari semuanya... Dia ngajarin aku how to stayed and not runaway... untuk pada akhirnya mengalami proses 'n get a new lessons 'n new perspective dari proses itu, yang jelas-jelas bakal berguna buat masa depan 'n jelas-jelas (whether aku nyadar ato enggak) bikin aku tambah dewasa (baek secara hati maupun pengetahuan)... And I'm really thankful for His strength for me at that time... Coba kalo aku milih untuk keluar, ga ada yang aku dapet dari situ...

Trus yang baru taun lalu terjadi... about a kind of relationship that didn't work, and I was in a process to forget, forgive 'n move on. It didn't easy at all... Many times I cried alone in my bedroom when I told God about what I felt inside, about the war in my mind, about the difficulties around that... Selama masa-masa itu, rasanya ga kelar-kelar... Felt like it's gonna last forever! And I'm so tired of that... Pengen rasanya balik aja ke Surabaya, or kerja di tempat laen, or whatever so aku punya lingkungan baru 'n temen-temen yang baru, semuanya baru... So aku ga perlu ketemu that guy again 'n semua yang mengingatkan aku. Aku pikir itu reasonable banget, aku pikir bakal lebih gampang move on kalo kayak getu. But I know for sure at that time I have to stayed (again)... and not runaway... Coz I'm sure that I'm in the middle of a process... and bahwa ini hanya satu masa dalam kehidupanku, ini ga bakal berlangsung selamanya. And it's true indeed... Sekarang aku dah over it, aku juga dah bertemen lagi ama that guy. But you know... at that time, godaan untuk runaway tu gede banget... I'm very thankful again for His strength and His love, to kept me standing and kept me walking through the process... And bener, setelah aku ngelewatin semua itu, aku belajar banyak hal tentang gimana seharusnya relationship yang bener, tentang forgiveness, tentang tetap berdiri 'n ga runaway, tentang kesetiaanNya... It's really a wonderful experience though... And aku ga bakal jadi kayak sekarang kalo misalnya aku runaway dari proses itu.

So... It's very bery important to make the right decission when we are in the storm age. Karena keputusan itulah yang akan menentukan masa berikutnya dalam kehidupan kita. Ingatlah bahwa ada banyak masa dan musim dalam hidup kita, masa kekelaman itu hanya satu masa di antara banyak masa yang lain. Masa kekelaman atau badai itu hanya one solid darkest colour among the other colours... Jaga fokus kita tetep pada kebenaranNya 'n janjiNya... supaya pada saat nanti malam sudah berlalu 'n fajar menyingsing, kita melihat diri kita masih tetap berada di trackNya... Dan kita tidak menyesali satu hal pun dari semua yang sudah kita alami, coz semua itu malah semakin mendewasakan kita, menambah pengetahuan 'n hikmat kita, 'n at last but not least... semakin bikin kita mengenal Dia... our awesome and faithful God...

Ciayooo...!!!

Tentang Bersyukur

tadi malem aku ngobrol ama temenku ampe setengah satu subuh, awalnya siy cerita-cerita ringan, tapi mulai serius waktu aku cerita tentang tulisan di salah satu blog yang ngebahas tentang bersyukur.

Solusi yang paling praktis 'n biasanya banyak berhasil kalo misalnya kita lagi ga puas dengan kondisi kita saat ini (entah itu kerjaan, gaji, keluarga, atau apapun), tu dengan ngeliat orang laen yang kondisinya di"bawah" kita. Misalnya, kita lagi ga puas ama gaji 'n stress di kantor, tapi kalo kita inget masih ada banyak orang yang pengangguran 'n belon punya penghasilan, ditambah pula kondisi ekonominya yang pas-pasan, kita jadi berenti mengeluh 'n lebih gampang bersyukur, coz dibandingkan dengan kondisi orang laen itu, kondisi kita jauh lebih baek.

Aku bilang kalo itu emang solusi yang paling gampang dilakuin. Tapi gimana kalo yang ngalamin itu adalah orang yang emang berada di posisi paling "bawah"? Misalnya udah cacat, kondisi ekonomi pas-pasan, dll... Gimana kalo misalnya dia ga bisa membandingkan kondisinya dengan kondisi orang yang lebih "buruk" dari dia? Brarti dia ga bisa bersyukur dunk... So level kedua dari solusinya, bukan dengan ngebandingin kondisi diri dengan orang laen, tapi melihat apa yang kita punya 'n bersyukur untuk itu.

But my friend have a different opinion, ada sebagian yang merevisi, 'n juga menambah. Dia rada ga setuju dengan apa yang aku bilang tentang gimana kalo seseorang itu berada di kondisi yang paling "bawah"... Menurut dia ga ada suatu kondisi yang bisa dibilang paling "bawah", coz he believes that diatas langit masih ada langit 'n dibawah tanah masih ada lapisan tanah lagi. Tuhan selalu adil, Dia selalu ngasih potensi yang berbeda dan unik dibalik kekurangan seseorang. Intinya setiap orang pasti dikasih kekuatan sendiri-sendiri untuk menghadapi kondisinya coz God ga pernah ngasih something untuk dihandle ke kita yang melebihi kekuatan kita untuk menghadapinya. So level ketiga dari solusi untuk bisa bersyukur, kita bersyukur coz what we had 'n bersyukur coz He had given us the power to handle that. Omongan dia mengingatkan aku ama tulisanku sendiri beberapa waktu lalu di blogku. Tentang "Makanan Keras 'n Susu", masalah tiap orang beda-beda, cuman setiap dari kita pasti udah dikasih kemampuan ama Dia untuk ngehandle itu semua...

Temenku juga cerita kalo misalnya dia lagi ada masalah or mikirin satu masalah gitu, sering malah ada orang laen yang dateng buat curhatin masalahnya ke dia. But dari situ dia juga dapet something... Jadi tau kalo ternyata ada masalah yang lebih gede dari masalah dia 'n dia bisa bantu nguatin orang laen itu dengan kata-kata. So dia bilang balik juga ke temennya ini kalo temennya juga jadi berkat buat dia 'n say thank you, coz membuat dia sadar lagi tentang indahnya berbagi. Dia juga bilang sama kayak kita, ada kalanya aku nguatin dia dan ada kalanya di waktu laen dia yang nguatin aku... sudut pandang kita berdua yang beda juga bikin aku 'n dia jadi bisa liat the whole picture setelah digabungin. Dia juga jadi nyadar tentang satu kebenaran ini, bahwa seringkali pikiran kita bergerak jauh lebih cepat (berada lebih jauh di depan) daripada kenyataan. And itulah yang bikin kesannya masalah kita lebih gede daripada kemampuan kita saat ini.

Give thanks, coz we live in Him...

Benci Diri Sendiri?

Did you ever hate yourself? Did you ever wanted to be someone else or just anyone else except yourself? Did you ever runaway from yourself? Jarang banget ada orang yang ga pernah ngerasa benci ama diri sendiri, minimal kalo ga sampe benci ya pokoknya ada aja yang ga kita sukai dari diri kita sendiri.

Dulu banyak banget hal yang aku benci dari diriku sendiri... Mulai dari fisik ampe karakter. Aku ga suka rambutku yang bergelombang, coz ga bisa dimodel macem-macem kayak orang yang rambutnya lurus, paling cuman bisa diiket aja. Aku ga suka pigmen rambutku yang ga beres 'n dah diturunin dari mamaku, yang bikin banyak rambut putih (maybe lebih dikenal dengan sebutan uban) tumbuh sebelum waktunya... and I really hate omongan atau pertanyaan orang laen tentang itu. Aku ga suka badanku yang rada gemuk, ga bisa pake kaos ramping yang gambar 'n modelnya lebih lucu-lucu dibanding kaos yang rada gombrong. Aku ga suka diomongin orang tentang diam-ku, banyak banget yang mengekspose 'n mengkritik kenapa aku terlalu pendiam, ngebanding-bandingin aku ama temen seumuran yang lebih rame...

Akibatnya yah sempet minder, ga berani gaul, jadi cuek banget ama penampilan (Ga kebayang aku dulu pake celana jeans sembarangan 'n kaos gombor, itu baju kebangsaanku waktu SMPan, ga modis at all hehehe... cenderung belel hehehe...), jadi cuek banget ama orang laen (males aja gaul getu...), 'n tampang always jutek. Dari SMP sampe SMA aku terkenal coz aku paling pendiam dibanding anak-anak laen, pendiem, alim, pinter. Aku cuman becanda lepas 'n rame ama beberapa temen yang emang dah deket ama aku. Sampe pernah ada temennya temen kosku yang kaget waktu denger aku becanda sambil teriak di deket temenku pas temenku itu lagi nelpon, soalnya ga kebayang kali yah aku bisa teriak or becanda, soalnya mukaku kalo ga jutek ya lurus-lurus aja hehehe... no expression getu...

Emm.. sampe saat ini pun emang aku ga bisa langsung rame or berakrab-akrab ria kalo ama orang-orang baru, tapi aku dah jauuuuhh better daripada aku yang dulu. Kenapa aku dulu benci ama diriku sendiri? It's becoz aku belom tau siapa sebenernya diriku, aku masih ga menyadari that I am beautiful in His sight, my Creator... Aku dulu berfokus ama kekurangan-kekuranganku, 'n juga ngebanding-bandingin diri ama orang laen. Aku dulu belon nyadar bahwa Dia emang punya tujuan dan alasan kenapa setiap orang diciptakan unik dan berbeda satu sama lain, baik dari segi fisik, karakter, maupun potensi. And basicly it's not a matter of good or bad, cute or ugly, more or less, it's just different... Sama seperti warna-warna pelangi yang berbeda satu sama lain, biru 'n kuning berbeda bukan berarti biru lebih bagus atau lebih jelek daripada kuning, tapi hanya berbeda, berbeda karna keunikan warna biru dan keunikan warna kuning sama-sama dibutuhkan untuk menjadi bagian dari warna-warni pelangi yang indah. Itu ibaratnya masing-masing keunikan dan perbedaan kita memang dibutuhkan untuk menjadi bagian dari big planNya yang amazing.

Tentang karakter, menambah 'n menegaskan lagi beberapa postinganku sebelumnya ("Tentang Introvert", "Be Yourself" 'n "Shyness VS Insecurity",), ada 2 golongan utama, ekstrovert dan introvert. Usually, kebanyakan orang punya imej positif tentang orang-orang ekstrovert dan punya imej yang negatif tentang orang-orang introvert. That's becoz orang-orang ekstrovert lebih mudah bergaul secara verbal, suka keramaian, lebih ramah, dan lebih gampang akrab dengan orang lain. Sementara orang-orang introvert biasanya lebih berorientasi kepada tugas daripada kepada orang, sehingga mereka naturally tidak gampang atau tidak bisa cepat berakrab ria dengan orang lain, dan juga lebih suka kesunyian.

Aku termasuk introvert. Dulu aku ga mau mengakui ini 'n sifat alamiah introvert inilah yang menjadi salah satu kambing hitam dari why I hate myself, coz aku ga melihat ada yang positif dari sifat alamiah introvert itu sendiri. Sampe God nyadarin 'n neguhin aku lewat berbagai cara, salah satunya dari artikel-artikel 'n buku... sampe I realized that... This is me.. I like myself.. Coz God had created me so unique... dan aku adalah salah satu keping puzzle yang dibutuhkan untuk ngelengkapin big picture of His plan.

I really wanna encourage all of you, introvert people... We are unique... Dan kita sama berharganya dengan orang-orang ekstrovert. Orang-orang introvert dan ekstrovert memang diciptakan dengan perbedaan satu sama lain untuk saling melengkapi, bukan untuk saling dibandingkan. Lingkungan dan kebanyakan orang memang maybe masih punya imej yang negatif, tapi kita yang udah tau kebenaran ga seharusnya terintimidasi dengan penilaian mereka. Kalau orang lain ga menghargai kita, well... so what getu loh.. Hehe... why bother? Mereka masih memandang sebelah mata coz mereka belum tau kebenarannya. And lagian mereka juga yang bakal rugi sendiri coz mereka ga menyadari potensi kita yang ga dimiliki orang-orang ekstrovert... God, who is our Creator menghargai kita, so we shall appreciate 'n love ourselves...

Eks temen kantorku yang jadi host di Solusi O Channel, pernah terima sms dari pemirsa TV, yang isinya orang ini benci ama dirinya sendiri, 'n terutama benci coz dia introvert, dia pengen jadi ekstrovert... And temenku ini inget aku (buat dia aku pendiem banget coz dia extrovert abiezz hehe...) then dia encourage orang ini dengan bilang bahwa setiap orang memang unik, introvert 'n ekstrovert seharusnya berdampingan, coz they're equal... just different, ga ada yang lebih tinggi or lebih rendah... That's why as an introvert person... I wanna encourage introvert people too... Don't underestimate yourself... You are unique, and precious...

Berdiam Diri Dahulu Tersenyum Kemudian

Hehehehe... Knapa judulnya kayak getu? Coz itu bener banget... Tersenyum kemudian bukan berarti senyam-senyum sendiri tanpa alasan hehehe... Tapi tersenyum karna dengan berdiam diri dulu sebelum memutuskan something itu adalah kesempatan berharga untuk mempertimbangkan semuanya 'n listen to His voice, dan dengan demikian menghindarkan kita dari mengambil keputusan yang salah atau keputusan yang tidak tepat. Kalo kita tau bahwa kita sudah mengambil keputusan yang tepat, of course we will smile, rite? Hehehe... ga mungkin jadi gelisah, kecewa, atau bete.

Kadangkala ada waktu-waktu tertentu dimana kita dihadapkan pada pilihan yang sulit. Tapi salah satu tanda yang paling kuat dari God yang bisa kita rasain untuk tau bahwa kita memang butuh waktu untuk berdiam diri sebelum mengambil keputusan itu adalah ada atau tidaknya rasa damai sejahtera, or I may say "kemantapan yang tenang".

Istilah "kemantapan yang tenang" aku rasa pas banget buat mem"bumi"kan istilah damai sejahteraNya hehe.. Sering kalo dah "buta" orang suka mekso siy, keinginan sendiri dibilang damai sejahtera, padahal bukan, cuman feeling excited aja. Coz kadang kalo udah dihadapkan pada pilihan yang sulit itu bisa jadi kita terlalu terburu-buru, dan tanpa sadar jadi mengesampingkan faktor-faktor penting yang lain, seperti pendapat orang yang lebih berpengalaman, pendapat orang lain yang lebih bijak, faktor etika, de es be de es be... Kadang kalo kita langsung merespon, seringkali kepekaan kita berkurang, 'n akhirnya kita memutuskan something sebelum kita tau apa pendapatNya. Like we've known, setiap keputusan punya konsekuensinya masing-masing, apakah itu konsekuensi positif atau konsekuensi negatif, and no matter we like it or not, tetep aja we are the one who have to responsible for that decission...

Sebenernya pasti kerasa deh dari awal deh... cuman ya itu, untuk bener-bener memastikan apakah kita sudah tenang 'n mantep ya better berdiam diri dulu, ga langsung ambil keputusan. Coz kita kan menghindari gambling hehehe... dat's very risky hehehe... So better berdiam diri dulu... 'n tersenyum kemudian... rite? Hehehe... Percaya deh ga bakal nyesel ngelakuin slogan ini hehehe... dijamin... ama Dia...

Temporarily 'n Eternally

Kemaren temenku looks soooo happy... I'm happy for her too, coz emang yang dia alamin itu amazing banget. While me, aku juga baru ngalamin satu hal yang separuh happy 'n separuh lagi statusnya question mark. Kayak yang aku tulis di "Free Will", satu-satunya yang bisa aku pegang tuh, emang satu-satunya sumber kebahagiaan cuman Dia Seorang, yang laen cuman pemanis...

And you know what? Kemaren siang aku kan sempet nonton syuting indoornya Solusi O-Channel di studio lewat CBNI streaming, ada VT kesaksiannya Nick Vujicic sekalian ama interviewnya yang diputer. Yang paling ngena tuh waktu Nick ngomong, intinya adalah dimana kita meletakkan rasa aman kita. Kalo kita meletakkan rasa aman dan kebahagiaan kita pada hal-hal yang sementara, maka rasa aman 'n kebahagiaan kita itu sifatnya juga bakal sementara 'n ga bertahan lama. Itu berlaku sebaliknya, kalo kita pengen rasa aman dan kebahagiaan kita abadi, maka kita juga kudu meletakkan rasa aman 'n kebahagiaan kita pada something yang abadi juga.

Semua hal yang ada di dunia ini definitely bersifat temporary... Dat's why kita ga bisa menjadikan itu semua sebagai sumber kebahagiaan dan sumber rasa aman kita, kita kudu bisa menempatkan semuanya itu di posisi yang tepat, yang sudah seharusnya, sebagai pemanis, gula-gula yang menghiasi dan memberi rasa manis dalam kehidupan kita di sini. Tapi hanya Dia yang bisa menjadi sumber rasa aman 'n kebahagiaan kita yang abadi, coz Dia ga pernah berubah dan kekal...

So where do we put or secureness and happiness? Apakah pada hal-hal yang sementara atau yang abadi? It's all about choices...

A Friend in Silence

Gara-gara abis baca rubrik Deteksi-nya Jawapos yang tentang "Nulis Diary", jadi nulis ini deh hehehe...

Pertama kali nyoba nulis diary... kelas 6 SD siy, waktu itu emang masih jamannya bikin album kenangan gitu (tau kan? Diary yang biasanya diisi profile temen-temen kita, yang pake kata-kata mutiara gitu deh hehe...), jadi sering dapet kado diary kosong. Na, aku kan dah punya album kenangan, masih ada diary baru yang nganggur, so aku mulai nulis apa aja yang terjadi dalam satu hari... Aku rada lupa dulu nulis pertama kali tentang apa, kalo ga salah aku cerita tentang pengalaman pertama kali ke kebun binatang atau kemana yah... lupa hehehe... pokoknya waktu abis pulang darimana gitu. Tapi abis itu ga lanjut hehe... soalnya males kalo nulis terlalu rinci hehe...

Emm... mulai nulis lagi pas SMA, itu waktu aku suka pertama kali ama cowok hehehe... Jadi selaen diary aku sempet punya satu buku khusus tempat aku nulis semuanya tentang cowok itu, dari mulai profile dia sampe kata-kata apa yang mau aku bilang ke dia tapi ga terucapkan ceilah hehehe... Tapi walo akhirnya emang ga terjadi apa-apa and buku khusus itu juga udah ilang ntah kemana, kebiasaan nulis diary tetep berlanjut sampe sekarang, udah diary yang ke 20 hehe... Emang ga semua hal rinci yang terjadi tiap hari aku tulis, tapi kebanyakan siy aku nulis diary kalo aku lagi pengen curhat hal-hal yang ga bisa aku ceritain ke orang laen, pas pengen nyurahin pikiranku sebelum tambah mbulet hehehe..., pas lagi suntuk, atau mencatat something yang ga pengen aku lupain. Aku juga catet Firman 'n apa yang aku dapet dari Dia di situ, puisi juga disitu, semua deh di situ hehehe...

Sering kalo lagi butuh pencerahan 'n aku iseng baca-baca diary lama, kadang dapet apa yang aku butuhin loh hehe... mostly dari apa yang aku dapet dari Dia, kayak refresh gitu... Juga dari pengalaman-pengalaman yang udah aku jalanin... Dat's why I keep on writing... Coz sometimes tulisanku itu jadi sumber inspirasi 'n reminder yang oche banget kalo lagi dibutuhin hehe...

Trus sejak aku nge-blog berkat fasilitas free internet di kantor, jadi rada terbagi deh hehe... Kalo ngeblog kan bisa langsung dari kantor, jadi lebih cepet kalo pas lagi ada yang mo aku tulis sebelon lupa. Jadi ada yang aku tuangin di blog, ada juga yang only di diary. Tapi tetep kalo aku rasa ada something yang emang penting banget, aku juga tulis lagi di diary walopun udah ditulis di blog... Beberapa keunggulan diary itu, dia ga bocor, trus terserah kalo kita mo nulis pas kita kesel, marah, bete atau sedih banget... ga ada yang protes 'n ga ada yang bakal terkena side effect-nya hehe... Kan kasian kalo orang gatau apa-apa jadi sasaran bete kita coz kita langsung numpahin ke orang, bukannya numpahin dulu ke peredam such as diary...

Soalnya kalo pas bete 'n kita langsung cerita ke orang, kecenderungannya tuh mereka bisa kena efek samping betenya kita (belon lagi kalo kita cerita pas lagi bete ama someone, otomatis orang yang kita curhatin jadi terinjeksi image negatif tentang someone else ini, padahal kan belon tentu itu bener, bisa jadi cuman masalah misscomunication aja atau image negatif itu jadi berlebihan gara-gara terpengaruh bete kita sendiri). Kalo lagi sedih or kecewa berat, and pertama kali kita cerita ke orang, kecenderungannya mereka bakal kasih advice supaya kita bisa keluar secepatnya dari masalah kita. Padahal kadang kan kita cuman pengen didengerin aja (sebagai tahap awal yang kita butuhin sebelum kita ke tahap selanjutnya untuk mulai mikirin solusinya), I've been there a lot hehehe... Dat's why maybe this is the main reason why I can't stop writing in my diary... Coz most of the time I need to share my feeling 'n my deepest thought first kalo aku lagi ngalamin something, tanpa gangguan dulu... Baru setelah itu dengan sendirinya I find a way out or His answer...

So far siy diary emang ga bisa digantikan ama blog, coz ada hal-hal private yang emang kudu di keep sendiri. Kalo blog kan semua orang bisa baca, sebebas apapun tetep aja sifatnya ga private. So, jadilah aku mendua hehehe... Idup diary 'n blog!!!

Free Will

Satu-satunya hal yang ga bisa diganggu gugat ama sesama manusia, coz even God can't mess with free will...

Dalam memberi advice to someone, kita harus inget bahwa sebaik dan sebenar apapun saran yang kita sampaikan, we just can't mess with their free will... coz apapun keputusan akhir yang mereka buat akan mempengaruhi hidup mereka dan mereka-lah yang nantinya akan mempertanggungjawabkannya secara pribadi in front of Him... Sebaliknya, kalau kita menerima advice dari orang lain, just listen, check, and really consider carefully, then make or own decission dengan hikmat, coz sometimes their advice is true, sometimes they just tell us what's best according to their own thoughts, and sometimes they have certain motivations... We have to be careful and make a correct decission for ourselves...

In a relationship, we have to remember that kita tidak bisa mengikat seseorang ataupun menggantungkan harapan kita sepenuhnya pada orang lain... Coz orang lain, sama seperti kita, punya free will... Kitalah yang bertanggungjawab atas kebahagiaan kita masing-masing, bukan orang lain. Jangan pernah menjadikan orang lain sebagai sumber kebahagiaan kita, karena dia bukan Tuhan... Karena hanya Tuhan yang punya kapasitas tak terhingga untuk menjadi sumber kebahagiaan kita. Jadikan Dia sebagai the only source of your happiness and pandanglah orang lain sebagai pemanis yang menghiasnya... Menempatkan orang lain pada posisi yang hanya bisa diisi oleh Dia hanya akan menimbulkan frustasi, kecewa, dan kesedihan.

Apakah ada sesuatu di dunia ini yang bahkan Tuhan pun tidak bisa menggunakan pengaruhNya untuk menguasainya? Ada, free will... Itu membuktikan bahwa kita pun punya bagian dan kuasa dalam menentukan seperti apa kehidupan yang kita jalani. Tanggung jawab atas hidup kita di dunia ini bukan hanya tergantung pada Tuhan, tapi juga tergantung pada pilihan-pilihan dan keputusan yang kita buat. There are always many choices... Pertimbangkan dengan baik, tambahlah hikmat dan pengetahuan, buatlah keputusan dengan tepat...

"Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu." (Ul 30:19)

You're The Air To Breathe

Lost my confidence
Lost a piece of my hope
I’m not so sure about what I’m going through
I’m lost in a question mark…

But when I remember those memories
The journey started when You called my name
And when I started to know You
Along the way… my faith was growing

Even in the darkest corner
Even in the deepest sorrow
I can always see You… Here…

Your eyes always looking at me
Your hands always open for me
Ready to hug me whenever I need Your warmth
Make me feel safe and calm me ‘till I fall asleep

Without You
I don’t know who else I can turn to
‘Coz there is none like You…

My life started when You kissed me with Your love
And I started to breathe since then
Although sometimes I just can’t understand about many things
But I know I can always run to You

There are so many questions that I hang up to You
So many doubts and fears that I surrender to You
And I just ask these in return…
Your love and Your peace to live within my heart

‘Coz You’re the air that I breathe…