The Right Motivation

Beberapa waktu yang lalu, aku ngelakuin satu hal dengan motivasi yang ga bener... Waktu ngelakuin itu, aku pikir aku udah ngelakuin hal yang bener, karna apa yang aku lakuin itu demi mengembangkan potensiku, demi mengejar (dan mencoba) sesuatu yang lebih baik. Selain itu ada beberapa keuntungan kalo misalnya hal ini beneran terjadi. Tapi ada satu ganjalan, di antara beberapa motivasiku ada 1 motivasi yang "cacat"... aku pengen sedikit melakukan "revenge" kalo misalnya hal itu udah kejadian...

Beberapa hari berlalu, tapi baru tadi pagi Dia ngingetin aku tentang ini... Aku baru nyadar bahwa sebenernya salah satu motivasiku itu ga bener. Sekarang siy sebenernya aku jadi bisa liat semuanya dengan lebih jelas... 'n aku jadi lebih ngeh juga kalo motivasi yang "cacat" tadi itu efeknya juga jadi mencuri my joy 'n my peace...

Plus ini juga karna aku barusan baca 1 bagian dari bukunya Max Lucado "Facing Your Giants" hehehe... asli tu buku bagus banget...

Fatherhood

Pernahkah anda bertanya, mengapa hubungan antara ayah dan anaknya lebih sering didengungkan dibanding hubungan antara anak dan ibunya? Ini bukan berarti yang satu penting dan yang lain tidak, tapi memang benar adanya bahwa hubungan antara seorang ayah dan anaknya itu adalah sesuatu yang vital, terutama bagi anak.

Anak membutuhkan figur seorang ayah untuk dapat bertumbuh, menjadi dewasa, dan berfungsi dengan maksimal sebagai seorang pribadi yang utuh. Anak laki-laki membutuhkan figur seorang ayah yang dapat dijadikan teladannya, agar dia dapat bertumbuh menjadi seorang pria dewasa dengan nilai-nilai yang benar dalam berbagai bidang kehidupannya. Sedangkan anak perempuan membutuhkan figur seorang ayah yang mengasihinya sedemikian rupa, sehingga dia bertumbuh menjadi seorang wanita dewasa yang mempunyai gambar diri yang benar, yang menghargai dirinya sendiri, yang tahu benar bagaimana dia seharusnya diperlakukan (dengan hormat) dan yang menjadikan hubungannya dengan sang ayah sebagai pedoman untuk berinteraksi dengan pria-pria dalam kehidupannya (entah itu teman, rekan kerja, atau pasangannya). Selain itu, seorang anak perlu untuk melihat dan mengalami, bahwa ayahnya dan ibunya saling menyayangi dan menghargai satu sama lain, karena hubungan antara suami dan istrinya sama seperti hubungan antara Dia dan jemaatNya. Dari hubungan antara ayah dan ibunya, anak juga belajar tentang bagaimana seharusnya nilai dan arti dari sebuah keluarga yang benar.

Kondisi ideal ini memang gampang untuk diucapkan, kita tahu kenyataan yang terjadi tidak seperti itu. Tapi, kita perlu ingat bahwa bagi Dia, tidak ada sesuatupun yang mustahil...

Iblis tahu bahwa segala sesuatunya berawal dari keluarga. Kehidupan seorang anak berawal dari keluarga, interaksi pertama seorang anak adalah dengan keluarganya, tempat anak belajar dan menyerap nilai-nilai kehidupan serta membentuk gambar dirinya, pertama kali adalah dari keluarganya, dan itulah yang akan mengakar kuat dalam dirinya sampai dia dewasa, entah dia sadar atau tidak. Karena itu iblis berusaha merusak titik awal kehidupan ini, dengan seks bebas, aborsi, kepahitan, kekerasan dalam rumah tangga, perceraian, keegoisan, ketidakpedulian, nafsu, kebohongan, dan masih banyak lagi... Intinya, iblis berusaha mencegah munculnya generasi anak-anak Tuhan yang utuh dan menghidupi nilai-nilai kerajaan Allah, dengan berbagai cara.

Dia sangat rindu agar hubungan antara ayah dan anak ini dipulihkan. Dia ingin hati bapa-bapa kembali pada anak-anak mereka, dan hati anak-anak kembali pada bapa-bapa mereka. Karena Dia mengasihi kita sebagai seorang Bapa yang mengasihi anak-anakNya. Dan kita bisa berharap padaNya, karena FirmanNya adalah Ya dan Amin, janjiNya itu pasti digenapi... jika kita juga melakukan bagian kita, karena kita adalah rekan kerjaNya...

Kita tidak bisa mengubah hati seseorang, hanya Dia yang bisa... Tapi kita punya kuasa sebagai anakNya... Kita punya kuasa untuk mengasihi dengan kasihNya... Kita punya kuasa untuk memilih, apakah kita ingin memulihkan hubungan kita dengan ayah kita di dunia ataukah kita cukup puas dan tidak perduli lagi... Kadang kepahitan, kekecewaan, ataupun luka, membuat hati kita menjadi tawar, sehingga kita sama sekali tidak punya keinginan untuk memulihkan suatu hubungan... Tapi ingatkah kita bahwa Dia terlebih dahulu sudah menunjukkan bahwa kerinduan utamaNya adalah memulihkan hubungan?

Yesus datang ke dunia agar hubungan kita dengan Bapa dipulihkan. Sebelumnya kita tidak dapat mendekat pada Bapa karena Dia itu Kudus, dosa telah menjadi penghalang dan pembuat jurang pemisah antara kita dengan Bapa. KerinduanNya hanya satu, pemulihan hubungan. Bahkan pesan terakhir Yesus kepada murid-murid yang ditinggalkanNya juga agar semakin banyak pemulihan hubungan yang terjadi, agar semakin banyak orang yang dipulihkan hubunganNya dengan Bapa melalui darahNya.

Tidak masalah apakah kita adalah seorang ayah atau seorang anak. Pemulihan hubungan bisa dimulai oleh siapa saja. Dan kita sama-sama mempunyai teladan, karena Dia adalah Bapa, sekaligus juga seorang Anak. Saat kita mulai bergerak bersama-sama dengan Dia untuk mewujudkan kerinduan hatiNya (dan juga kerinduan hati kita), maka tidak ada yang mustahil karena Dia ada di pihak kita. Jangan pernah menyerah karena Dia juga tidak pernah menyerah atas kita. Setiap hal pasti membutuhkan proses dan waktu. Uniknya, dalam proses itu, yang akan berubah tidak hanya satu pihak, tapi kedua belah pihak... karena pemulihan hubungan pasti membutuhkan peran serta dari orang-orang yang terlibat dalam hubungan itu. Sama seperti pemulihan hubunganNya dengan kita, membutuhkan pengorbananNya, dan juga membutuhkan pertobatan serta iman kita kepadaNya.

Kerinduan yang sama itu pasti juga berada dalam hati kita... Bahkan jauh di dalam hati kita... karena saat kita menerima Dia dalam hati kita, hati kita diperbarui dan terus diselaraskan dengan hatiNya. Hanya saja mungkin kerinduan akan pemulihan hubungan itu tidak begitu terasa karena kerinduan itu sudah tertimbun dengan begitu banyak kekecewaan, kepahitan, kebencian, dan luka.

Kita perlu menerima dan mengalami kasihNya terlebih dahulu, baru kemudian kita dapat mengasihi orang lain dengan kasihNya itu. Karena kita tidak dapat memberikan sesuatu yang kita tidak punyai. Hanya kasihNya yang bisa membuat kita mengampuni dan mengasihi seseorang yang sudah menyakiti hati kita dan membuat hati kita menjadi tawar. Pertanyaannya adalah, maukah kita? Maukah kita menggenapi kerinduan hatiNya dan juga kerinduan hati kita sendiri bersama-sama dengan Dia?

How Do You See Yourself?

Today's Scripture
"As a man thinks in his heart, so is he" (Proverbs 23:7).
Today's Word from Joel and Victoria

Your imagination is extremely powerful. God created you as a visual being. Choosing the right images in your mind's eye is important because your life will move in the direction of your thoughts. The way you see yourself in your mind's eye, over time, will drop down into your heart and become your reality. If you'll create a picture in your imagination of something you want, or a dream coming to pass and keep it in front of you, then you will move in that direction. I encourage you to get up every morning and picture yourself succeeding!

Picture yourself healthy and whole! Picture yourself and your family not only being blessed, but being a bigger blessing to others. If you'll keep the right images in front of you, and always submit yourself to the Lord through prayer and thanksgiving, you'll move forward into the life of victory God has promised you.

A Prayer for Today
Heavenly Father, I come to You today and submit every area of my mind and heart to You. Search my heart and show me what images I need to change in my mind. Thank You for equipping me with everything I need to live a life pleasing to You. In Jesus' Name. Amen.

Sumber: milis

Eternal Song?

Few days lately I miss home so much... Maybe this is just an old song... but the truth is, it seems to be my eternal song... I couldn’t resist my tears when I thought about them... my parents, Miky, ko Lung and ce Iin, and my friends at Surabaya...

There were times when I didn’t feel that much about missing home, but when I’m alone, walking home to my dorm, or each time I remembered about my past memories with them, I just couldn’t deny that I really miss them... so much...

Actually... there was a thing that happened... at first it made me shaken, becoz I’m not usually comfortable with sudden changes nor like new challenges... but at another side I feel that I’m getting start to curious and have a hope about this, I wanna know if this is what He wants for me to do...

He had taught me a lot, and I can’t count how many times He had proven His faithfulness to me... I wonder what would it be if I’ve never walked on this journey... He had met me with new friends, new experiences, both sad and happy moments... I remembered that at first I often felt really lonely here... I remembered that sometimes I cried when I missed home and the people... Well, it’s not quite different now, sometimes I still cry too when I miss them, when I pray for them... And I’m still learning, still in recovering process from my past hurts, still hangin’ on His strength to make myself stronger, still have my hopes in His promises, still learn to see, realize and be thankful for His blessings upon me... Still walking forward...

There are people that He send to help and encourage me, to brighten up my days, and some other people might just came into my life so through them, I can choose to be more mature, more wise, and learn to forgive, to be healed from hurts, even tough it needs more time to be recovered completely. But once again, He proves that He is faithful... and His hands are long enough to hug me, to rise me up again and again... send His love for me through some special people... He’s not that far to remind me that all I have to do is to trust Him in everything... coz He’s my Almighty God...

Investasi Hati

Semalem aku 'n satu temen kosku share our stories... yah girl talk getu deh... Mostly we talk about our past stories 'n about relationship. Saking asiknya kita ngobrol di kamarnya sampe jam 01:30 subuh bow... sampe suara serak... Sebenernya kan aku masih ga boleh terlalu banyak pake pita suara buat ngomong, soalnya belum pulih juga, pemulihannya sejalan 'n barengan ama pemulihan paru-paruku, soalnya 2 organ tubuh itu connect each other, kan awalnya virus di paru-paruku itu ngefek ke pita suara sampe dulu suaraku sempet ilang selama kurang lebih 3 minggu. Wekz... dan tanpa sengaja aku sering melanggarnya T_T Just hope next time beneran aku bisa ngerem ga maksain banyak omong...

Nah sempet pas ngomongin tentang relationship, aku jadi tentang perumpamaan yang dulu pernah disebut ama Pastor Jeffrey Rachmat di kotbahnya tentang "relationship" juga. Kebanyakan kasus ini terjadi ama cewek... Cewek yang suka atau punya pacar yang menunjukkan beberapa indikasi sikap yang kurang bisa dipertanggungjawabkan, misalnya abusive, playboy, terlalu pasif, dll biasanya saking sayangnya tuh bilang, "Pasti ntar kalo udah merit dia bakal berubah kok..." Let's be logical here... kasus ini kalo mau disamain tuh mirip kayak trailer film (sebelum film itu diputar atawa di-launch) dan film utuhnya. Kalo kita liat trailernya aja ga menarik, of course kita ga berharap kalau film utuhnya nanti bakal menarik kan? It's just a logical thing... How come we expect or think that the movie will be awesome if the trailer was so pathetic?

Hati seorang wanita itu diciptakan lembut adanya, dan tidak dikondisikan untuk trial and error. That's why ada batasan-batasan tertentu yang kita sebagai wanita harus tetapkan, demi menjaga keutuhan hati kita. Mulai dari yang simple aja-lah... Kalo kita dah mulai tertarik ama seseorang, tetep nyantai aja, ga usah keburu-buru bertanya-tanya "Aduh, dia suka aku juga ga yah?" atau "Dia PH-ku apa bukan yah?" Nyantai aja, jalani satu-satu... Kenal aja dulu, sering ngobrol yang wajar-wajar aja, just take it easy... Gitu juga kalo misalnya ada pria yang pdkt, dibawa nyantai aja dulu, kenali dia, just have a normal friendship... Kalo misalnya kita juga ada rasa, keep it cool... sambil libatin Dia juga dari awal tentunya...

Coz yang namanya relationship itu bisa diibaratkan kayak investasi, sebelum kita menginvestasikan perasaan, waktu, uang, tenaga, dan komitmen kita terhadap seseorang, of course dunk kita terlebih dahulu harus memastikan apakah seseorang ini bener-bener qualified untuk semua itu. Nah yang sekarang kebanyakan terjadi itu justru orang terlalu cepat ber"investasi" sebelum dia benar-benar mengenal dan mengetahui untuk kemudian memastikan bahwa someone ini bener-bener qualified... Bukannya berusaha mencari informasi dulu, kebanyakan orang hanya berasumsi... Ya ga heran kalo yang terjadi sebagai akibatnya itu hanya kerugian dan kekecewaan... It's quite logical, isn't it?

Selain tentang relationship, aku 'n temen kosku juga share tentang gimana ceritanya kita bisa sampe di tempat ini 'n saat ini. Ternyata pengalaman kita quite similar loh... amaze aja hehehe... Aku juga jadi cerita tentang asal mula forum jawaban.com sampe sekarang... Apa yang dulu ga pernah aku bayangin bisa sampe sejauh ini ternyata bener-bener melebihi apa yang dulu bisa terpikir... semua yang terjadi... semua jalinan yang muncul... apalagi kalo inget semuanya (bukan cuman seputar forum doang)... wih.. they were just so far beyond my imaginations...

Jadi wondering... what's next yah? I'm looking forward to Your awesome surprises God... ^.^

Menutup Untuk Membuka

Kadang kalau apa yang kita pikir sudah merupakan hal yang paling baik itu ternyata gagal kita dapatkan atau batal terjadi, kita mengira pintu sudah tertutup. Tapi sebenarnya, pintu itu mungkin memang harus tertutup karena kita perlu melangkah keluar darinya dan masuk ke pintu lain, dimana Dia sudah menyediakan sesuatu yang jauh lebih baik...

Tadi malem kan komsel, kita saling share tentang hal-hal yang terjadi belakangan ini. Berawal dari cerita seputar jalan-jalan ke Bandung minggu lalu (aku ga ikutan hehehe...). Rencana awal buat nginep di sana tuh kan mau sewa villa, kena berapa jeti gitu aku lupa... Tapi pas udah deket hari H berangkat, tiba-tiba villanya batal disewain (aku ga terlalu inget kenapa 'n apa yang terjadi). Nah kita kan pikir villa itu udah yang paling bagus, soalnya pernah kesana juga... jadi udah sempet tuh yang ngerasa "Yah... kok gini seh.. masa batal ke Bandungnya..." Tapi tetep diusahain, cari-cari temen siapa yang punya tempat di Bandung buat diinepin... Trus keinget deh ama 1 orang yang dulu pernah bilang kalo dia ada rumah di Bandung (tapi orang ini tinggal di Jakarta). Akhirnya telpon orang itu 'n guess what? She lend her house for free! Trus pas mereka nyampe di rumah itu, w-a-w... ternyata rumahnya mewah banget bow... (kata mereka). Tuh kan... satu pintu tertutup 'n pintu lainnya terbuka karna Dia mau kita menikmati yang terbaik...

Trus ada lagi beberapa share yang laen... Ada anak komsel yang rencana mo ke LN mo cari kerja 'n suasana baru, visanya udah keluar... and it's His miracle coz buat dapetin visa itu kan susah banget, sedangkan dia sebelonnya juga ga pernah ke LN, dia pergi juga inisiatif sendiri bukan atas nama perusahaan tertentu, dll... pokoknya dia bilang kalo God aja pimpin dia sampe bisa bikin visa, pasti dia bisa ke LN... walo skarang dia blon ada cukup uang. Dia masih rencana apply ke satu keluarga yang lagi cari nanny gitu buat ke 3 anaknya, keluarga ini nyarinya orang JPCC, nah pas banget kan, apalagi anak komsel ini salah satu guru sekolah minggunya JPCC... whueww... It's true, God kalo bikin something itu ga pernah nanggung atau separuh-separuh, pasti sampe tuntas...

Aku sendiri jadi inget gimana dulu ceritanya Dia bawa aku sampe ke sini... sampe ke saat ini... and kalo dihubungin ama beberapa hal yang sekarang lagi aku doain... share kemaren itu jadi refresh aku lagi, bahwa aku bisa mempercayai Dia sepenuhnya, kalo sesuatu itu adalah rencanaNya 'n kalau sesuatu itu telah terjadi dan dimulai karna Dia menginginkannya, Dia pasti membuka jalan untuk selanjutnya... sampe tuntas... Karna Dia Tuhan yang bertanggung jawab, Dia ga bakal lepas tangan di tengah jalan, Dia tetap akan terus menyertai 'n menunjukkan kuasaNya sampai selamanya, coz we are His beloved children... Ga ada hal yang ga bakal Dia lakuin, karna Dia sudah memberikan apa yang paling berharga, nyawaNya sendiri demi kita...

Untuk maju, kita juga ga bisa diam terpaku di tengah pintu, atau tetap menoleh ke pintu di belakang... karna hidup adalah saat ini... Pintu-pintu itu ibarat pembatas masa-masa kehidupan kita. Kita perlu keluar dari pintu yang satu untuk masuk ke pintu yang lain... dan tetap melangkah...

"Knock knock knock..."
"Who is it?"
"It's Me, come on, let's go outside..."

Rumput Tetangga Selalu Lebih Hijau?

Pepatah itu sering kita denger dimana-mana, biasanya siy dikaitkan dengan masalah selingkuh... Tapi sebenernya pepatah itu mencakup semuanya, coz kita sering tergoda untuk berpikir bahwa pekerjaan si A lebih bagus, keluarga si B lebih harmonis, mertua si C lebih ramah 'n ga bawel, pendapatan si D jauh lebih tinggi, pasangan si E lebih romantis, kemampuan si F bener-bener unbelievable... Kalo diterusin ga kelar deh 1000 kalimat... Coz setiap kali kita ngeliat orang lain yang punya "kelebihan" di area dimana kita "kekurangan", kita ga bisa memungkiri kalo kita pasti ngerasa iri, dan yah... menurut ungkapan itu, kita jadi mengira bahwa rumput tetangga selalu lebih hijau... Kenapa kata "kelebihan" dan "kekurangan" itu aku kasih tanda petik? Coz seringkali apa yang kita anggap sebagai suatu "kelebihan" dan "kekurangan" itu sangat sangat subyektif...

Oh iya, satu lagi... Kenyataannya, rumput tetangga itu sebenarnya tidak lebih hijau. Tapi rumput di halaman kita-lah yang menurun performanya karna kita ga pernah atau jarang ngerawatnya... Bener ga?

Kebohongan yang kita terima bahwa rumput tetangga-lah yang lebih hijau itu sebenarnya merugikan kita sendiri. Karna dengan menanamkan kebohongan itu dalam pikiran kita, kita jadi berhenti berpikir dan bertindak untuk mengusahakan dan meng-upgrade apa yang kita punya. Kebohongan itu hanya membuat kita mengasihani diri sendiri, meninggalkan milik kita (yang sebenarnya mungkin ibarat permata, yang hanya perlu dibersihkan saja sampai kilaunya terlihat memukau), menginginkan milik orang lain (God udah memperingatkan ini dalam FirmanNya) yang memimpin kita pada kejahatan jika keinginan itu terus dipelihara...

Setiap orang mempunyai potensinya masing-masing, berkatNya masing-masing, dan juga jalan kehidupannya masing-masing... Karna kita diciptakan sesuai rancanganNya dan kita hidup untuk menggenapi tujuanNya atas kita, untuk mewujudkan apa yang sudah Dia gambar dalam blueprint-Nya. Dan Dia mau kita menikmati dan merayakan setiap detail dari keunikan dan perbedaan itu, menikmati setiap hal yang ada dalam kehidupan kita dengan bebas... tanpa perlu diracuni oleh rasa iri, rasa tidak puas, dan hal-hal lain yang malah menghalangi kita untuk merasa bahagia.

Dia mau kita bahagia, Dia mau kita hidup dalam kelimpahan... Tapi sering tanpa kita sadari, paradigma dan pemikiran kitalah yang menyebabkan kita tidak bisa merasa bahagia dan tidak hidup dalam kelimpahan... Berkat dan anugrahNya itu cukup.. bahkan lebih dari cukup... Tapi dibutuhkan kesadaran yang penuh untuk bisa melihatnya.

Did I ever trapped in this lie? Yeapp... barusan aja hehehehe... Makanya setelah dibisikin Roh Kudus 'n setelah nyadar langsung deh nulis ini buat reminder hehehe... Thank You God!!! ^.^

Fight and Focus

Kadang ada rasa takut untuk mempunyai harapan
Karna jika harapan itu tidak terjadi, yang ada hanya kekecewaan
Tapi Dia bilang aku bisa berharap padaNya
Karna Dia sudah menyediakan segala yang terbaik bagiku

Kadang ada rasa takut untuk bersikap tulus, ramah dan terbuka
Karna sepertinya ada ancaman untuk dimanfaatkan dan dimanipulasi
Tapi Dia bilang Roh Kudus akan memberi hikmatNya padaku
Karna Dialah Penjagaku, yang berjalan di depan dan di belakangku

Kadang ada rasa takut bahwa aku hanya menjadi penghambat bagi orang lain
Karna beberapa perbedaan dan kekurangan yang aku punya
Tapi Dia bilang bahwa aku diciptakan baik adanya
Karna tanganNya merajutku sesuai gambaranNya dan melekatkan cintaNya dalam nafasku

Kadang ada rasa takut bahwa aku tidak bisa memenuhi harapan semua orang
Di lain sisi aku juga tidak ingin kehilangan diriku sendiri
Tapi Dia bilang bahwa aku diciptakan oleh Dia dan untuk Dia
Aku hanya perlu menjadi diri sendiri dan terus maju untuk menjadi penuh seperti rancanganNya atas aku

Kadang aku mengira bahwa aku hanya berjalan sendiri
Dan menyimpan semuanya dalam-dalam, membiarkan mereka mempunyai imaji tersendiri tentang aku
Tapi Dia telah menunjukkan bahwa tanganNya tidak kurang panjang untuk menggandengku dan meneguhkanku
Lewat kepingan-kepingan hatiNya yang singgah di hidupku

Perjalanan ini masih panjang
Ada masa-masa kehidupan di depan sana
Namun Dia mau aku belajar melangkah bersama
Dan ijinkan Dia memulihkanku

Thank You God...
For Your amazing love...
For Your magnificent grace and blessings
For saving me... so I can be free...

Mengorbankan "Diri" demi Sesuatu yang Lebih Penting

Dalam sebuah hubungan, seringkali kita perlu mengorbankan ego kita demi keberhasilan hubungan itu. Ego di sini ga selalu berbicara tentang mementingkan diri sendiri, tapi juga mencakup keinginan, selera, dan juga harapan-harapan yang masih wajar 'n manusiawi...

Dalam hubungan apapun, ada saatnya kita perlu mengalah, ada saatnya kita perlu mengesampingkan keinginan kita, ada saatnya untuk lebih berusaha memahami orang lain (dan tindakannya) dibanding berusaha membuat orang lain memahami kita (dan tindakan kita), ada saatnya kita perlu membuang ego kita dan meminta maaf (walaupun mungkin sebenarnya kita ga bersalah 100%, tapi kata maaf dan kerendahan hati seseorang diperlukan demi keutuhan hubungan itu), ada saatnya kita perlu berkorban... It's not easy at all... but it's worth for important relationships...

Dalam hubungan yang paling dekat seperti keluarga, ga jarang kita kecewa karna kata-kata, perlakuan, atau respon ortu terhadap kita, kecewa karna apa yang kita terima ga sesuai harapan kita. Di lain pihak, ortu juga pasti pernah kecewa karna kata-kata, sikap, atau respon kita terhadap mereka. Entah disengaja atau nggak, sepertinya banyak banget keinginan dan harapan yang nggak match...

In my family, aku pernah kecewa... dan aku tau papaku juga pernah kecewa... mungkin mamaku juga pernah kecewa... Dari sisiku, proses yang aku lalui demi pemulihan hubungan itu memang butuh usaha, dan ada "penyangkalan diri" juga, alias mengorbankan ego... belajar yang namanya kerendahan hati, belajar yang namanya respect ama otoritas, belajar bersyukur... Dan dalam proses itu aku juga belajar tentang karakterNya... Coz.. believe it or not, hubungan kita ama papa dunia kita itu berkaitan erat dengan hubungan kita ama Papa in Heaven... Seharusnya, hubungan antara papa dan anaknya di bumi itu mencerminkan hubungan manusia dengan Bapa di Surga. Tapi karna dunia ini sudah tercemar dosa, dibutuhkan pengorbanan dan penyangkalan diri untuk pemulihan hubungan itu...

Sama seperti yang sudah Dia sendiri lakuin... Dia mengorbankan diriNya, menyangkal diriNya, demi satu hal yang lebih penting dari semua itu... Demi pemulihan hubungan kita dengan Bapa... Bayangin aja Dia yang serba ga terbatas, harus hidup dalam daging, dalam segala keterbatasan sebagai manusia... Dia yang paling berkuasa di atas semuanya, masih taat ama pemerintahan dunia dengan membayar pajak... Dia yang ga pernah merasa lapar dan haus, jadi tau gimana rasanya haus dan lapar sebagai manusia... Setiap hal yang Dia lakukan... mengandung pengorbanan dan penyangkalan diri... bahkan sampai saat terakhir dimana Dia memilih untuk taat dan mengorbankan diriNya di salib walaupun sebelumnya Dia sangat ketakutan sampai berpeluh darah... Itu semua demi pemulihan hubungan! We can't walk alone, that's why we need to walk with Him, yang pernah melalui semuanya dan yang bisa mengajar kita bagaimana melakukannya dengan benar...

Waktu aku mulai lemah lagi, waktu aku mulai tidak perduli lagi tentang pemulihan hubungan atau peningkatan kualitas hubungan dengan orang-orang terdekatku... Apa yang udah Dia lakuin bener-bener mengingatkan aku bahwa aku ga sendirian, Dia pernah ngalamin apa yang lagi aku hadapi, Dia pernah menjalani proses yang sedang aku jalani... Dia sudah membuktikan bahwa Dia telah melakukan hal yang benar, dan tidak sia-sia (sekalipun ada banyak orang yang tidak mengerti arti pengorbananNya dan menganggap semua yang pernah Dia lakukan itu sia-sia). Dia sudah membuktikan bahwa kebenaran tetaplah kebenaran walaupun kebenaran itu ditolak dan tidak diakui sebagai kebenaran oleh orang-orang tertentu... Dan kuasa dari kebenaran itu tetap ada...

Tantangan yang kita hadapi mungkin beda, orang-orang yang kita hadapi mungkin beda, kadang mungkin kita pengen protes karna kita berpikir seharusnya orang lain-lah yang mengubah sikapnya, seharusnya ortu-lah (yang katanya udah banyak makan asam garam kehidupan, yang seharusnya memenuhi kebutuhan anak-anak, jadi tempat bergantung anak, bisa diandalkan, dll dan bukan sebaliknya...) yang memahami anak... Daftar ini bakal jadi sangat panjanggg kalo diterusin, coz yang namanya hubungan bukan cuman hubungan ortu dan anak, tapi juga hubungan persaudaraan, persahabatan, hubungan suami-istri, dll... Tapi kebenaran tetaplah kebenaran, dan kuasa dari kebenaran itu tetap ada... Apa yang kita tabur akan kita tuai...

Pertanyaannya cuma, maukah kita mengorbankan "diri" kita, taat dan berjalan bersamaNya dalam proses pemulihan / peningkatan hubungan kita dengan orang-orang yang berarti buat kita?

Choose Not To Be Afraid

Keraguan, rasa tidak aman, dan ketakutan dalam bentuk apapun hanya akan menghambat kita dari menjalani rencana yang sudah Tuhan tetapkan untuk kita. The evil use those feelings to prevent us from doing all God wants us to do and keep us from receiving all He wants us to have. We can exchange our fear for faith as we choose to believe God’s Word.

God encourages His people by saying, "Fear not [there is nothing to fear], for I am with you; do not look around you in terror and be dismayed, for I am your God. I will strengthen and harden you to difficulties, yes, I will help you…."

Kadang kita merasa takut atau merasa tidak aman saat menghadapi situasi-situasi tertentu atau saat kita menghadapi berbagai perubahan dalam hidup kita. Kita mungkin merasa takut saat memasuki lingkungan pergaulan yang baru, memulai pekerjaan yang baru, memulai hubungan yang baru, pindah ke tempat tinggal yang baru, dll... Kita bertanya-tanya apakah kita mampu, apakah kita sudah benar-benar siap, apa yang nanti akan terjadi, bagaimana jika aku kehilangan pekerjaan, bagaimana jika aku sakit atau orang yang aku sayangi meninggalkanku, dll... The list is endless.

Semua orang pernah merasa takut, termasuk aku. Kadang aku takut pada hal-hal yang mungkin bagi sebagian orang lain itu biasa saja, dan mungkin juga terjadi sebaliknya. Merasa takut itu wajar, tapi yang penting adalah apa yang kita lakukan setelah itu sebagai respon, apa yang kita pilih? Kita bisa memilih untuk tetap membiarkan diri kita dikuasai rasa takut, atau memilih untuk memegang janjiNya dan mempercayaiNya (bahwa Dia bersama kita, di pihak kita, dan tidak pernah meninggalkan kita).

Apapun ketakutan yang kita hadapi, terlepas dari apakah ketakutan itu nyata atau hanya bayangan kita, Dia ingin menggantikannya dengan iman kepadaNya dan damai sejahtera.

Dia ingin kita hidup berkelimpahan, sementara iblis ingin mencuri sukacita dan berkatNya dari kita. Dia ingin kita menikmati dan bersyukur atas hidup kita, sementara iblis ingin kita selalu merasa kurang, tidak puas, iri, dan membanding-bandingkan kondisi kita dengan orang lain. Dia ingin kita bebas dan menjadi maksimal, sementara iblis ingin kita dikuasai oleh hal-hal yang menghambat kita untuk mencapai potensi kita sepenuhnya dan untuk menjadi yang terbaik. Respon kitalah yang menentukan apakah kita akan menjalani kehidupan sesuai rancanganNya atau tidak.

Kadang... kita sering tidak sadar kalau kita sudah membiarkan diri kita dikuasai ketakutan, sampai ada orang lain yang mengatakan hal itu kepada kita dan memberi dorongan semangat pada kita. God not only with us Himself, He also put certain people around us to encourage and guard us... and we should be grateful for that... It's so beautiful... Thanx God...

Inspired from Joyce Meyer's Magazine