Inspirasi Steve Irwin - About Our Destiny

Tuesday, November 07, 2006 Fay 0 Comments

Inspired by Steve Irwin (RIP), coz kemaren aku baca interviewnya RDI ama dia sebelon dia meninggal, di Reader Digest Indonesia tentunya (untung kantor langganan hehe...). Here are his inspiring words for me:

Ayahku Idolaku

Ayahlah yang mengasah instingku. Ia membiarkanku berbuat kesalahan dan hanya mengawasiku. Mungkin ia tahu bahwa aku adalah satu di antara sejuta orang, atau satu di antara seratus juta orang, atau berapapun angka statistiknya, yang dapat melakukan hal-hal yang tak dapat dilakukan siapapun bersama binatang liar. Bahkan aku bisa melakukan hal-hal yang lebih gila lagi, yang menurutnya tak mungkin ia lakukan. Aku selalu menganggapnya sebagai mentor. Dan hadiah terbaik yang pernah ia berikan kepadaku adalah membiarkan naluriku terasah, dan memeliharanya dengan baik.

Menurutku itu yang seharusnya dilakukan orang tua. Jika anak anda berbeda atau berminat pada hal-hal di luar kebiasaan, jangan takut. Hargailah dan biarkan itu berkembang. Coba temukan insting anak anda. Banyak cara yang kini bisa dilakukan untuk melihat bakat seorang anak. Ada anak-anak yang memang jagoan matematika, dan otak mereka bisa mengerjakan soal-soal matematika yang tak bisa diselesaikan orang lain. Ada lagi anak-anak yang jago main piano, yang sangat berbakat di bidang musik meski belum pernah sekalipun mengikuti kursus main musik. Anak-anak itu mungkin kelihatan tak normal. Tapi, crikey, mereka sangat berbakat, dan mengenali bakat-bakat itu sangatlah penting.

Di 1970an, saat aku sedang tumbuh menjadi laki-laki muda, banyak orang yang berkomentar, "Wah dasar cowok aneh. Ia menghabiskan waktunya bersama ular dan kadal." Well, lihat saja aku sekarang! Aku makan, tidur, dan hidup untuk konservasi. Hanya itu yang aku pikirkan dan bicarakan. Itulah duniaku. Aku dibesarkan untuk memfokuskan diri pada predator-predator nomor satu - hewan-hewan liar bertubuh besar pemakan daging. Jadi akupun bekerja dengan buaya, hiu, reptil, beruang, singa, dan kucing-kucing besar. Ya, hewan-hewan seperti itulah.

Aku bukan hanya akrab dengan ular dan hewan-hewan buas lain yang bisa membunuh manusia. Karena ibuku juga seorang pelestari kehidupan liar, maka aku dibesarkan bersama selusin kangguru yang lincah dalam rumah dan possum yang berlarian di atap, juga bersama sugar glider atau possum yang bisa melayang, serta wombat dan koala. Semua terasa normal bagiku. Memang kehidupanku terdengar seperti acara TV, tapi memang begitulah situasinya. Rasanya itulah rahasia kesuksesanku. Aku tak harus berubah, tak harus berakting. Aku hanya perlu menjadi diri sendiri.

Aku adalah petarung kehidupan liar. Aku makan, tidur, dan hidup untuk melindungi alam liar. Itulah aku, dan seumur hidup aku akan berjuang untuk alam liar. Aku tak peduli kalau semua itu berbahaya, beresiko, dan mengancam nyawa. Aku bersedia diriku selalu dalam bahaya semata-mata untuk menyelamatkan binatang. Itulah alasan Tuhan menempatkanku di planet ini, dan crikey, aku sangat bangga karena itu.

Semua orang tahu bahwa aku mendedikasikan hidupku untuk kehidupan liar. Itu yang membuatku kuat. Begitu juga putriku, ia seorang pecinta binatang, mungkin saja ini akan menjadi jalan hidupnya juga. Ia telah menampakkan insting terhadap kehidupan liar, dan aku akan mengasahnya. Aku ingin ia mengejar impiannya dan berhasil mengerjakan apapun yang ia kerjakan. Menurutku, jika bergairah dan antusias degan apa yang anda lakukan, anda akan selalu merasa bahagia. Aku ingin ia mengidolakanku seperti aku mengidolakan ayahku, contoh yang sempurna.

Inilah Duniaku

Pada akhirnya, aku memutuskan untuk menjadi profesional. Aku memang dilahirkan dan dibesarkan untuk ini. Keahlian ini aku dapatkan dari belajar selama 20 tahun, dan aku mengerjakannya dengan serius. Aku mencintai alam liar, dan kamera merupakan media yang tepat untuk menyebarkan pesan-pesan konservasi. Daripada memburu binatang dengan senjata, kami memburunya dengan kamera. Tapi kami memburu hanya untuk melihat mereka. Itu yang aku lakukan, mate.

Ayahku pernah berkata, "Kamu harusnya bangga karena telah membuat konservasi menjadi sesuatu yang belum pernah terpikirkan oleh dunia." Sejak dulu, konservasi merupakan sesuatu yang aneh dan sulit diterima orang. Karena di TV, anda hanya menyaksikan pemandangan dengan narasi yang menceritakan seekor macan kumbang tengah membunuh seekor gnu. Kini kami mengubahnya. Kami membawa anda ikut terlibat. Di TV, aku berbicara kepada anda dan mengajak anda mengikutiku. Pekerjaanku adalah menampilkan keindahan dan kegairahan dalam hutan belantara. Aku tak akan duduk dan bilang kalau anda tak boleh mengenakan sepatu kulit buaya atau makan daging buaya di restoran. Tapi aku akan memperlihatkan keindahan seekor buaya hingga membuat anda tak lagi melakukan hal-hal yang mengancam kelestarian hidupnya.

Kekuatan terbesar dalam diriku adalah keinginan untuk mendidik masyarakat tentang konservasi dan tetap bersenang-senang. Konservasi tak harus membosankan, tapi sangat menyenangkan, penuh kegembiraan, kegairahan, dan antusiasme, dan penuh cinta pada dunia. Setiap hari aku terbangun pada pukul 04:00, dan merasa begitu bersemangat dan penuh antusias. Aku segera bergerak untuk menikmati hariku. Benar lho! Ini karena pekerjaanku adalah untuk mengajak anda agar bisa melihat dan mencintai keindahan dan kegembiraan dunia liar. Dan tahukah anda? Menurutku ini adalah pekerjaan terpenting di dunia.

-----------------------------------------------------------------------------------------------

Waw!!! That's really amazing! It's like so refreshing! Menurutku seperti itulah orang yang benar-benar tahu apa tujuan Tuhan menciptakan dirinya, dan dia bener-bener sukses ngejalanin blue-print-nya Tuhan in his life! Tentu aja itu juga berkat lingkungan terdekat dia yang mendukung banget, pengaruh kuat keluarganya, terutama ayahnya. Memang aku ga seberuntung dia, but hey, God will help me to fulfill His destiny upon me!

Ada foto Steve Irwin ama istrinya Terri 'n juga seekor buaya, it said, "Steve dan istrinya Terri, pada 2002. Seperti Steve, Terri juga berkomitmen untuk menyelamatkan dan merehabilitasi binatang liar sejak ia masih muda." = See... God udah nyiapin pasangan yang sepadan buat Steve, ga perlu dicocok-cocokin, they are match each other naturally... Masing-masing udah berada dalam destinynya Tuhan sejak masih muda. It's obviously... one in a million...

Ada juga foto Steve Irwin yang lagi beraksi mendekati buaya. It said, "Gayanya yang sangat antusias, aksen Australianya yang kental, dan kecintaannya yang besar pada lingkungan membuatnya menjadi bintang di seluruh dunia." = He became a star just because he simply just be himself, and be the best that he can be! He's originally the best of himself!

Foto Steve Irwin bareng istri dan anak-anaknya. It said, "Steve begitu antusias terhadap keluarganya, sama seperti pada pekerjaannya. Ia bersama Terri dan Bindi (anak pertamanya), merayakan ulang tahun Bob (anak keduanya) Desember 2005" = definitely a family-man...

It's really inspiring... Dia bener-bener sukses... Are you inspired too?

0 comments: